IndonesiaBuzz: Ngawi, 19 Agustus 2026 – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia belum surut di Kabupaten Ngawi. Suasana berbeda terlihat di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ngawi, Selasa (18/8/26).
Gelak tawa dan sorak-sorai mewarnai kegiatan lomba khas Agustusan yang diikuti anggota DPRD bersama jajaran Sekretariat DPRD (Sekwan). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi wakil rakyat dan aparatur sekretariat untuk melepas sejenak suasana formal sekaligus memperkuat kebersamaan.
Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko bahkan turut turun langsung mengikuti sejumlah perlombaan. Politikus PDI Perjuangan itu tidak hanya menyaksikan dari pinggir lapangan, tetapi ikut merasakan keseruan berbagai permainan bersama anggota DPRD dan jajaran Sekwan.
Sejumlah permainan yang digelar antara lain giring bola menggunakan terong, berjalan dengan mata tertutup, hingga lomba memindahkan dan menangkap belut. Tingkah peserta saat berusaha menyelesaikan tantangan tak jarang mengundang gelak tawa dan sorakan dari peserta lainnya.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, Yuwono melihat ada pesan yang lebih besar. Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan DPRD Ngawi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengisi kemerdekaan melalui kebersamaan dan pemberdayaan.
“Peringatan Hari Ulang Tahun RI yang ke-81 yang diselenggarakan di DPRD itu adalah komitmen kita untuk terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan ini. Penyelenggaraan peringatan Hari Ulang Tahun diselenggarakan oleh Dewan, di mana ada kebersamaan antara Sekwan dan anggota DPRD,” ujar Yuwono.
Menurut Yuwono, kegiatan peringatan kemerdekaan di DPRD Ngawi tidak hanya dikemas melalui permainan yang bersifat menghibur. Sejumlah kegiatan juga diarahkan untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan.
Ia menilai permainan sederhana yang digelar dapat menjadi bentuk kecil dari proses pemberdayaan, baik terhadap individu maupun kelompok.
“Pemberdayaan ini adalah roh dari tema Hari Ulang Tahun kita kali ini, yakni tentang berdaulat, adil dan makmur. Berdaulat inilah yang diperlukan namanya pemberdayaan. Tanpa pemberdayaan tidak mungkin ada kedaulatan,” jelasnya.
Sejumlah permainan bahkan sengaja dirancang untuk mengutamakan kerja sama tim. Lomba menangkap belut maupun permainan memindahkan air membutuhkan komunikasi, kekompakan, dan koordinasi antarpeserta.
Dari permainan tersebut, Yuwono melihat terdapat nilai yang lebih penting untuk dibawa ke kehidupan sehari-hari, yakni kepedulian, kesetiakawanan, kerja sama, dan gotong royong.
“Dalam perlombaan ada perlombaan yang mengutamakan kerja tim. Seperti menangkap belut dan mengisi air dalam botol dengan busa. Di situ dibutuhkan kerja sama, bagaimana kita peduli dengan yang namanya kesetiakawanan, kerja sama dan gotong royong yang menjadi roh semua kegiatan itu,” ungkapnya.
Yuwono berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana tersebut tidak berhenti ketika perayaan HUT Kemerdekaan berakhir.
Nilai gotong royong dan kerja sama, menurutnya, harus terus dibawa dalam pelaksanaan tugas DPRD maupun Sekwan, terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Intinya, dengan gotong royong kita akan menunjukkan dan mewujudkan kedaulatan itu. Meskipun ini dalam bentuk hal yang sangat kecil yang dilakukan oleh DPRD Ngawi melalui anggota DPRD maupun dengan Sekwan,” pungkasnya.
Kemeriahan lomba Agustusan di halaman DPRD Ngawi pun menjadi gambaran bahwa merayakan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Canda, tawa, dan kekompakan justru menjadi sarana sederhana untuk mempererat hubungan antara anggota DPRD dan jajaran Sekwan.
Dari arena permainan, pesan kemerdekaan pun kembali ditegaskan: kedaulatan dan kemajuan tidak hanya dibangun melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







