IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 19 Agustus 2026 – Festival Olahraga Masyarakat (Forkab) Bojonegoro 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian olahraga tradisional. Gelaran yang berlangsung Selasa (18/8/26) hingga Kamis (20/8/2026) itu sekaligus membuka ruang bagi puluhan pemuda pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Sebanyak 36 pemuda pegiat UMKM turut ambil bagian dengan membuka meja atau stan dalam rangkaian Forkab 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro Flora Agrishinta mengatakan, 36 stan tersebut diisi pelaku usaha muda dari berbagai bidang, mulai kuliner, kriya, hingga lukisan.
“Ada 36 meja. Terdiri dari wirausahawan kuliner, kriya dan lukis,” jelas Flora.
Menurutnya, para peserta merupakan wirausahawan muda yang selama ini berada dalam pembinaan Dinpora Kabupaten Bojonegoro. Mereka berasal dari sejumlah wadah kepemudaan, di antaranya Forum Wirausaha Muda Bojonegoro dan Forum Pemuda Pelopor Bojonegoro.
Kehadiran para pelaku UMKM tersebut memberikan warna tersendiri bagi Forkab. Saat masyarakat datang menyaksikan maupun mengikuti berbagai pertandingan olahraga tradisional, mereka sekaligus dapat mengenal dan membeli produk karya anak muda Bojonegoro.
Bagi pelaku UMKM, kesempatan berpartisipasi dalam Forkab 2026 menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Salah satu peserta, Ernia, mengaku bangga dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sebagai pelaku usaha kuliner yang masih tergolong pemula, ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk membangun pengenalan produk di tengah masyarakat.
“Ini ajang memperkenalkan produk kami. Kami kan masih bisa dibilang pemula. Kami butuh banyak dikenal oleh masyarakat,” kata Ernia.
Menurutnya, ruang promosi secara langsung seperti yang tersedia dalam Forkab memberikan kesempatan bagi pelaku usaha muda untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan produk secara lebih luas.
Keterlibatan UMKM dalam agenda olahraga masyarakat tersebut juga memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat memiliki dampak lebih luas. Selain menjaga kebugaran, kegiatan yang mengundang kerumunan masyarakat juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif lokal.
Forkab Bojonegoro 2026 sendiri digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kembali berbagai olahraga tradisional kepada masyarakat.
Sejumlah cabang olahraga tradisional dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya egrang, dagongan, terompah panjang, hadang, dan berbagai permainan tradisional lainnya.
Dalam sambutan pembukaan, Bupati Bojonegoro Wahono menekankan bahwa Forkab tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana membangun kebugaran tubuh, menjaga kesehatan jiwa, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kita ingin membangun kebugaran, kesehatan tapi tidak lupa dengan bahagia. Jadi saya minta tolong agar semua bergerak bersama, bersenang-senang bersama, menjaga kebugaran bersama, membangun silaturahim dan kebersamaan,” kata Wahono.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat sekaligus menyenangkan.
“Kita harus terus memotivasi diri kita bahwa kesehatan dan kebahagiaan itu adalah satu kesatuan. Junjung sportivitas, jaga kekompakan, persaudaraan, dan jangan lupa bahagia,” imbuhnya.
Perpaduan antara olahraga tradisional dan keterlibatan pelaku UMKM muda membuat Forkab Bojonegoro 2026 tidak sekadar menjadi arena pertandingan. Di dalamnya terdapat upaya menjaga warisan permainan tradisional, membangun kebersamaan, sekaligus membuka ruang promosi bagi generasi muda yang sedang merintis usaha.
Selama tiga hari pelaksanaan, Forkab diharapkan menjadi ruang interaksi yang mempertemukan olahraga, kreativitas pemuda, dan potensi ekonomi lokal dalam satu perhelatan masyarakat Bojonegoro. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro).







