IndonesiaBuzz: Wonogiri, 25 Agustus 2026 – Proyek revitalisasi Pasar Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, resmi dimulai. Pembangunan kembali pasar yang terbakar pada 28 September 2023 itu ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Wonogiri Sriyono, Senin (24/8/26).
Revitalisasi tersebut menjadi langkah pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi pasar sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, proyek revitalisasi Pasar Slogohimo mendapat dukungan anggaran sekitar Rp17 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp10 miliar dan APBD Kabupaten Wonogiri senilai Rp7.017.100.000. Namun, nilai kontrak pekerjaan dengan pihak ketiga tercatat sekitar Rp14,4 miliar.
“Namun nilai kontrak dengan pihak ketiga sebesar Rp14,4 miliar lebih,” kata Wahyu dalam laporannya.
Dalam desain pembangunan, Pasar Slogohimo akan dilengkapi 597 unit los dan 92 unit kios. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam 148 hari kalender atau paling lambat 29 Desember 2026.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan pembangunan kembali Pasar Slogohimo merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memulihkan perekonomian masyarakat setelah pasar terbakar.
Menurutnya, pasar memiliki peran strategis bagi kehidupan ekonomi masyarakat karena menjadi tempat para pedagang menjalankan aktivitas perdagangan sekaligus menjadi pusat pemenuhan kebutuhan warga.
“Harapannya, para pedagang yang jumlahnya ratusan bisa kembali berjualan seperti dulu lagi sekitar Januari 2027,” ujar Setyo.
Setyo meminta proses pembangunan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan. Pihak pelaksana proyek yang berasal dari Semarang juga diminta tidak mengabaikan kualitas pekerjaan meski memiliki target waktu yang cukup ketat.
“Jangan sembrono karena proyek ini dipantau banyak pihak, baik masyarakat, anggota dewan maupun jajaran Kejaksaan Wonogiri,” tegasnya.
Setyo menekankan kualitas bangunan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan revitalisasi. Menurutnya, percepatan pekerjaan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan mutu maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Ia bahkan memastikan pemerintah daerah akan mengambil tindakan apabila ditemukan komponen bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Kalau nanti ketahuan ada komponen bangunan yang tidak sesuai spesifikasi, Pemkab akan menolak dan membongkarnya,” tandasnya.
Pemkab Wonogiri berharap revitalisasi tersebut tidak hanya mengembalikan Pasar Slogohimo secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang sempat terhenti akibat kebakaran.
Dengan rampungnya pembangunan, Pasar Slogohimo diharapkan kembali menjadi pusat perdagangan sekaligus sumber penghidupan bagi ratusan pedagang di Kecamatan Slogohimo dan wilayah sekitarnya. (@Yudi S/Koreponden Wonogiri).







