IndonesiaBuzz: Palembang, 25 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra melalui konferensi video dari Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan di Kota Palembang, Senin (24/8/26).
Dalam pemantauan tersebut, Prabowo menerima laporan kondisi karhutla di Provinsi Jambi yang mulai terkendali. Gubernur Jambi Al Haris mengatakan tidak ada lagi kebakaran dalam beberapa hari terakhir, meski petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah lokasi.
“Di Jambi, alhamdulillah sudah berapa hari tidak ada kebakaran lagi Pak, tinggal lagi mungkin di lapangan mungkin kami masih ada pendinginan di lapangan,” kata Al Haris saat melaporkan kondisi wilayahnya kepada Presiden.
Menurut Al Haris, pendinginan masih dilakukan apabila ditemukan asap yang berpotensi meluas. Sementara titik api aktif disebut sudah tidak ditemukan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo merespons kebutuhan operasional yang disampaikan pemerintah daerah Jambi, termasuk kendaraan untuk mempercepat mobilisasi petugas di lapangan.
Prabowo mengatakan pemerintah pusat akan segera mengirimkan dukungan tersebut. Ia juga meminta pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi tidak mengendurkan upaya pencegahan meski kondisi kebakaran mulai terkendali.
“Anda punya 81 pos, kita segera kirim motor ke Jambi. Saya terima kasih kepada Forkopimda Jambi, pertahankan ini, lakukan sosialisasi edukasi, pencegahan terus, monitor terus perkembangan,” ujar Prabowo.
Presiden menilai pemantauan dan edukasi kepada masyarakat tetap penting untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinilai tidak bersahabat.
Sementara itu, dalam konferensi video dengan jajaran Forkopimda Lampung, Prabowo mendapat laporan mengenai karhutla yang terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Presiden meminta jajaran terkait bergerak cepat untuk menangani titik api di kawasan tersebut. Ia menargetkan area yang terbakar segera dipadamkan.
“Kalau bisa saya minta 100 hektare itu segera dipadamkan ya,” tutur Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Forkopimda hingga petugas di posko dan garis depan.
“Sampaikan terima kasih saya ke semua petugas di lapangan, semua di posko-posko, di pos-pos depan. Kita akan upayakan dukungan untuk semua yang berada di depan,” katanya.
Ia meminta seluruh jajaran terus menjaga wilayah masing-masing dan memperkuat pencegahan.
“Jaga wilayahmu jaga kampung halamanmu. Kita atasi ini memang cuaca tidak bersahabat sementara, tapi bisa kita atasi,” sambungnya.
Prabowo menegaskan karhutla bukan hanya persoalan daerah, melainkan masalah nasional. Menurutnya, kebakaran hutan dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama gangguan pernapasan akibat asap.
“Karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara. Hutan itu adalah sumber kehidupan kita. Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena ya, pernapasan dan sebagainya. Ini bencana yang sangat, sangat berbahaya ya,” jelasnya.
Prabowo menyebut kondisi karhutla saat ini dipengaruhi fenomena El Nino yang diperkirakan cukup berat. Meski demikian, ia menilai kondisi tahun ini masih lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Walaupun memang kita lihat bahwa dibandingkan dengan beberapa tahun sebelum ini, saya perhatikan tahun ini jauh di bawah pengalaman-pengalaman yang beberapa tahun yang lalu ya. Walaupun seperti itu, kita waspada karena memang ramalan El Nino tahun ini El Nino yang cukup berat,” ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah kini memperkuat penanganan melalui penambahan personel TNI-Polri, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pengerahan helikopter untuk water bombing.
Selain itu, pemerintah pusat menyiapkan sekitar 1.000 perwira TNI-Polri untuk membantu sosialisasi dan edukasi masyarakat di daerah rawan karhutla.
“Dari pusat ya, terutama TNI juga Polri menyiapkan 1.000 perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi. Nanti dibagi ya, bersama dengan semua petugas pejabat yang ada di sini,” kata Prabowo.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila kembali muncul titik api di wilayah rawan karhutla. @yudi







