IndonesiaBuzz: Pendidikan – Pemerintah akan memperkenalkan Sekolah Garuda, salah satu program unggulan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto, secara serentak di 16 titik seluruh Indonesia, Rabu (8/10/25).
Kegiatan bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul” ini digelar pukul 08.00-10.00 waktu setempat (WIB, WITA, WIT). Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @sekolahgaruda.ri dan @kemdiktisaintek.ri, Selasa (7/10/2025).
Sebanyak 12 sekolah transformasi Garuda turut dilibatkan, antara lain SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN IC Ogan Komering Ilir, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, dan SMA Pradita Dirgantara Boyolali.
Selain itu juga ada SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, SMAN 10 Samarinda, MAN IC Gorontalo, serta SMA Averos Sorong.
Tak hanya itu, pengenalan juga dilakukan di empat lahan Sekolah Garuda baru di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe, dan Bulungan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan empat sekolah baru tersebut rampung dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah Garuda merupakan lembaga pendidikan berasrama setara SMA yang mengusung kurikulum pra-universitas berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Para lulusannya disiapkan untuk melanjutkan studi ke universitas top dunia, baik di dalam maupun luar negeri.
“Sekolah Garuda ditujukan untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di kancah global dan masuk ke perguruan tinggi ternama,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, dikutip dari Antara.
Menurutnya, Sekolah Garuda menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan SDM unggul dan memutus rantai kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah ini menerapkan dua skema pembiayaan. Sebanyak 80 persen siswa mendapat beasiswa penuh dari pemerintah, sementara 20 persen lainnya berbayar.
“Agar mereka yang berprestasi tapi berasal dari keluarga mampu tetap bisa bersekolah di Sekolah Garuda. Karena mereka mampu berbayar, negara tidak perlu menanggung biayanya,” ujar Stella. @eko-m







