IndonesiaBuzz: Wonogiri, 8 Juli 2025 – Sebanyak 48 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Wonogiri tercatat menerima murid baru di bawah daya tampung pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) online tahun ajaran 2025/2026. Bahkan, satu sekolah sama sekali tidak mendapatkan pendaftar.
Data tersebut diperoleh dari hasil rekapitulasi SPMB yang diakses melalui laman resmi pendaftaran, wonogiri.spmb-smart.net. Dari total 78 SMPN yang mengikuti proses seleksi online, hanya 9.709 calon siswa yang mendaftar, sedangkan jumlah siswa yang diterima sebanyak 9.649 orang. Sebanyak 63 anak tidak terjaring dan kemudian disalurkan ke sekolah negeri maupun swasta terdekat yang masih memiliki kuota.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Wonogiri, Sularto, menjelaskan bahwa masih banyak SMP negeri di Wonogiri yang tidak memenuhi kuota karena sebagian calon siswa lebih memilih sekolah swasta, baik yang menawarkan program pendidikan gratis maupun berbayar.
“Penentuan daya tampung sekolah mengacu pada jumlah rombongan belajar siswa yang lulus dan jumlah daya tampung tahun sebelumnya. Sekolah tidak boleh menambah atau mengurangi daya tampung rombel selama SPMB berlangsung,” jelas Sularto.
Ia menegaskan bahwa sekolah yang kelebihan menerima siswa melebihi daya tampung dapat berdampak serius, termasuk tidak validnya data dana bantuan operasional serta ijazah siswa yang tidak terdaftar secara resmi.
Meskipun demikian, kekurangan jumlah pendaftar bukanlah hambatan untuk proses pembelajaran. “Jumlah siswa yang tidak penuh tidak menjadi masalah. Sekolah tetap bisa menjalankan proses belajar mengajar sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Dari hasil rekapitulasi, terdapat dua sekolah yang menerima siswa kurang dari satu rombel, yakni SMPN 3 Girimarto dengan 15 pendaftar dan SMPN 4 Girimarto dengan 9 pendaftar. Sementara itu, SMPN 3 Satu Atap Jatiroto tercatat tidak memiliki pendaftar sama sekali, meskipun menyediakan kuota dua rombel atau 64 siswa.(Yudi S/Koresponden Wonogiri)





