IndonesiaBuzz: Wonogiri, 19 Juni 2026 – Keluhan masyarakat terkait minyak goreng bantuan pangan bermerk Minyak Kita yang diduga berbau minyak tanah di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, mendapat respons cepat dari pemerintah dan pihak terkait. Pemeriksaan lapangan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi produk sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat penerima bantuan.
Pengecekan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) pukul 15.00 hingga 16.30 WIB di Kelurahan Gesing dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Bulog Jawa Tengah, Bulog Surakarta, Bulog Wonogiri, pihak produsen PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, TNI, Polri, hingga perwakilan masyarakat penerima bantuan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan warga yang diterima pemerintah setempat sehari sebelumnya.
Permasalahan mencuat setelah sejumlah warga penerima bantuan pangan melaporkan adanya aroma menyerupai minyak tanah pada minyak goreng yang mereka terima.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Lurah Gesing, Jamari, pada Rabu (17/6/26). Menindaklanjuti laporan masyarakat, pemerintah kelurahan segera berkoordinasi dengan Bulog Wonogiri untuk melakukan pengecekan dan penanganan secara cepat.
Respons cepat tersebut dilakukan guna memastikan kualitas bantuan pangan yang diterima masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pemerintah.
Dalam pertemuan yang digelar di Kelurahan Gesing, pihak produsen PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Perusahaan juga menyatakan kesiapannya untuk mengganti seluruh minyak goreng yang terindikasi memiliki aroma tidak normal atau menyerupai minyak tanah.
Langkah penggantian dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab produsen terhadap kualitas produk yang telah didistribusikan kepada masyarakat penerima bantuan pangan.
Sementara itu, Bulog Wonogiri memastikan proses penarikan dan penggantian produk akan segera dilaksanakan.
Minyak goreng yang telah diterima masyarakat akan dikumpulkan kembali melalui pemerintah desa dan kelurahan sebelum diganti dengan produk baru yang telah dipastikan kualitasnya.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian permasalahan sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh haknya sebagai penerima bantuan pangan.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan pihak kepolisian terus melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap seluruh proses penanganan agar berjalan lancar dan kondusif.
Menurutnya, Polres Wonogiri juga memastikan seluruh pihak yang terlibat menjalankan tanggung jawabnya sehingga hak masyarakat penerima bantuan tetap terpenuhi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Pemerintah bersama Bulog dan pihak produsen telah bertanggung jawab untuk melakukan penarikan serta penggantian minyak goreng yang bermasalah. Polres Wonogiri juga akan terus mengawal proses penyelesaiannya agar hak masyarakat penerima bantuan tetap terpenuhi,” ujar AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo. Jumat, (19/6/26).
Data yang dihimpun menunjukkan jumlah penerima bantuan pangan minyak goreng di Kecamatan Kismantoro mencapai 8.665 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 10 desa dan kelurahan.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebanyak empat liter minyak goreng bermerk Minyak Kita.
Besarnya jumlah penerima bantuan membuat proses penanganan dan penggantian produk menjadi prioritas agar tidak mengganggu distribusi bantuan pangan yang menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah bersama Bulog dan pihak produsen berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh. Selain melakukan penggantian produk, evaluasi terhadap proses distribusi dan pengawasan kualitas juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Langkah cepat yang dilakukan berbagai pihak ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan sekaligus memastikan bahwa produk yang diterima warga memenuhi standar keamanan dan kualitas yang layak untuk dikonsumsi.(@Yudi S/Koresponden Wonogiri).





