IndonesiaBuzz: Finansial – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.28 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.278,50 per dolar AS, naik 12,50 poin atau menguat 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan ini menempatkan rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang utama di kawasan Asia yang juga mencatat tren positif terhadap dolar AS. Dolar Taiwan tercatat naik 0,05 persen ke posisi 29,9250, peso Filipina naik 0,10 persen ke level 55,7640, sementara rupee India menguat tipis 0,01 persen ke 85,6325.
Meski demikian, tidak semua mata uang regional mengikuti tren penguatan. Yen Jepang justru melemah tajam sebesar 0,40 persen ke posisi 145,1500. Dolar Hong Kong turun 0,01 persen ke level 7,8483, dan dolar Singapura terkoreksi 0,12 persen ke 1,2879.
Tekanan juga terjadi pada won Korea Selatan yang turun ke 1.358,1600, yuan Tiongkok melemah ke 7,1840 atau turun 0,06 persen, ringgit Malaysia melemah 0,05 persen ke level 4,2338, dan baht Thailand mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 0,14 persen ke posisi 32,7230.
Analis pasar menilai pergerakan variatif mata uang Asia ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi global, terutama menyangkut arah kebijakan suku bunga AS. Pasar masih menanti kejelasan dari bank sentral AS (The Fed) terkait potensi perubahan suku bunga dalam waktu dekat.
“Rupiah bergerak menguat seiring pelemahan terbatas dolar AS secara global. Namun, ketidakpastian eksternal tetap menjadi faktor penekan yang harus diwaspadai pelaku pasar,” ujar seorang analis mata uang di Jakarta.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan arah kebijakan moneter dari negara-negara utama, yang dapat memengaruhi volatilitas nilai tukar ke depan







