IndonesiaBuzz: Madiun, 2 Januari 2024 – Jembatan Patihan yang menghubungkan Kelurahan Sogaten dengan Patihan kini hadir dengan tampilan baru. Modelnya berupa jembatan gantung tiga bentang dengan panjang total 110 meter dan lebar 1,8 meter. Namun, aksesnya hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, mengingat jembatan ini tidak dirancang untuk kendaraan roda empat.
Keberadaan jembatan ini menggantikan jembatan lama yang putus pada 2021 lalu. Dibangun dengan tipe suspensi, jembatan ini menelan anggaran Rp 10,3 miliar dan mampu menahan beban maksimal hingga 4 ton atau sekitar 40 orang.
Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun telah memfungsikan jembatan ini.
’’Memang secara resmi belum diresmikan, tapi secara fungsional sudah bisa digunakan masyarakat,’’ ujar Eddy, Selasa (31/12/2024).
Rencananya, Jembatan Patihan akan diresmikan secara resmi, Senin, 6 Januari 2025 mendatang. Peresmian ini akan bersamaan dengan beberapa proyek prioritas lainnya, seperti rehabilitasi Pasar Pancasila, pembangunan asrama Pondok Lansia tahap II, dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kelurahan Winongo.
Eddy menilai hasil pembangunan Jembatan Patihan cukup memuaskan meski terdapat keterlambatan dalam proses pengerjaannya. ’’Insya Allah sudah dikerjakan sesuai ketentuan,’’ jelasnya, sembari menyebutkan bahwa proyek ini diawasi oleh Tim Pengamanan Pembangunan Strategis dari Kejaksaan Negeri Kota Madiun.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Selama ini, warga harus memutar jauh melalui Jembatan Prambanan untuk menuju Sogaten maupun Patihan setelah jembatan lama terputus.
’’Insya Allah jembatannya aman karena di kanan-kiri jembatan dipasang tali sling,’’ imbuh Eddy.
Sementara itu, terkait IPLT di Winongo yang juga selesai dibangun dengan anggaran Rp 10,6 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK), fasilitas ini masih menunggu kelengkapan operasional dan pengadaan truk tinja yang direncanakan pada 2025. Meski demikian, IPLT sudah dapat digunakan oleh masyarakat.
Eddy optimistis berbagai proyek yang telah selesai dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
’’Yang jelas, semua (proyek) sudah selesai dikerjakan seluruhnya. Sementara sudah bisa difungsionalkan,’’ pungkasnya.




