IndonesiaBuzz: Start up – Perusahaan rintisan (startup) penyelenggara sertifikasi elektronik, PT Privy Identitas Digital (Privy), secara resmi mengumumkan akuisisi perusahaan penyedia jasa aplikasi perpajakan, PT Garda Bina Utama yang dikenal sebagai AyoPajak. Langkah ini menandai aksi korporasi akuisisi pertama yang menjadi sejarah bagi Privy, dengan harapan untuk mendorong kemajuan sektor administrasi perpajakan digital di Indonesia.
CEO Privy, Marshall Pribadi, menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan mereka. “Melalui langkah besar ini, Privy berharap dapat maju dan berkembang bersama dengan AyoPajak,” ujarnya.
Marshall juga menegaskan tujuan kedepannya, “AyoPajak diharapkan dapat berkembang menjadi market leader pada sektor administrasi perpajakan digital di Indonesia yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para Wajib Pajak.”
Informasi tambahan dari buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 menunjukkan peningkatan jumlah wajib pajak pada tahun 2023 mencapai 69,1 juta atau bertambah 2,9 juta wajib pajak dibandingkan dengan tahun 2022.
Sejak berdiri pada tahun 2016, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 3.300 klien perusahaan dan telah melakukan verifikasi identitas digital untuk lebih dari 46 juta pengguna individu.
CEO AyoPajak, Andreas Saryadi, menyambut baik kolaborasi antara Privy dan AyoPajak. “Kolaborasi ini adalah bagian dari upaya kami untuk mewujudkan proses administrasi perpajakan secara digital yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
AyoPajak merupakan sebuah platform online untuk para wajib pajak pribadi, badan, maupun konsultan pajak melakukan proses administrasi perpajakan secara online. Hal ini mencakup pembuatan, pelaporan, dan revisi SPT Pajak (e-Filing), pembuatan ID Billing (e-Billing), pembuatan dan pelaporan Faktur Pajak (e-Faktur), serta Bukti Potong Pajak (e-Bukpot), yang langsung terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Privy merupakan PSrE yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dengan adanya akuisisi ini, Privy dan AyoPajak dapat bersinergi dalam segi ekspansi bisnis untuk proses administrasi perpajakan yang dilakukan secara online dan memenuhi unsur kepatuhan.
Andreas juga menyoroti pentingnya legalitas dan keabsahan dalam proses administrasi perpajakan digital. “Akuisisi tersebut dapat menjadikan proses administrasi pelaporan pajak secara digital lebih terjamin dari segi legalitas maupun keabsahannya,” katanya. Lebih lanjut, digitalisasi proses administrasi perpajakan dapat menjadi instrumen Pemerintah untuk mengoptimalkan kepatuhan para Wajib Pajak.
Dengan demikian, kedepannya, AyoPajak diharapkan dapat berkembang menjadi market leader pada sektor administrasi perpajakan digital di Indonesia yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para Wajib Pajak.
Akuisisi ini juga menjadi langkah strategis bagi kedua perusahaan untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam mendorong transformasi digital di sektor perpajakan Indonesia, sambil terus memperkuat kepatuhan dan keamanan bagi para wajib pajak.







