IndonesiaBuzz: Internasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin, (22/9/25).
Forum ini dipimpin Prancis dan Arab Saudi serta diikuti 33 negara dan organisasi internasional. Indonesia hadir sebagai anggota core group yang mengawal proses perdamaian.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan di Gaza. Ia menegaskan ribuan nyawa tak berdosa telah melayang akibat konflik berkepanjangan dan menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.
“Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” kata Prabowo, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Selasa, (23/9/25).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia konsisten mendukung kenegaraan Palestina. Namun, ia juga membuka peluang pengakuan terhadap Israel setelah negara itu mengakui kemerdekaan Palestina.
“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” ujarnya.
Presiden turut menyatakan dukungan terhadap New York Declaration yang dinilai memberi jalur damai yang adil. Ia mengapresiasi langkah sejumlah negara yang telah mengakui Palestina, seperti Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal.
“Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, sejarah tidak berhenti,” tutur Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas dunia internasional. Indonesia, kata dia, siap berkontribusi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.
“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan. Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” ucapnya.
Selain menghadiri konferensi tersebut, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, Selasa, 23 September 2025, pukul 09.00 waktu setempat atau 20.00 WIB.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, Prabowo akan berpidato pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (red)







