IndonesiaBuzz: Otomotif – Power steering merupakan salah satu fitur penting yang dapat memudahkan pengemudi ketika memutar setir mobil. Fitur ini bekerja dengan menggunakan tenaga listrik untuk membantu pengemudi memutar setir, sehingga pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar.
Power steering elektrik (EPS) adalah jenis power steering yang menggunakan motor listrik untuk menghasilkan tenaga. EPS memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan power steering hidraulis, yaitu lebih ringan, lebih efisien, dan lebih mudah dirawat.
Meskipun begitu, EPS juga dapat mengalami kerusakan seiring waktu. Kerusakan power steering elektrik dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:
- Penggunaan cairan power steering yang tidak sesuai
- Kebocoran pada sistem power steering
- Kerusakan pada komponen power steering
Kerusakan power steering elektrik dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mendeteksi kerusakan power steering elektrik.
Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mendeteksi kerusakan power steering elektrik:
1. Perhatikan bunyi mendesing atau berdecit
Bunyi mendesing atau berdecit yang berasal dari sistem power steering dapat menjadi tanda kerusakan. Bunyi ini biasanya muncul saat Anda memutar setir atau saat mengemudi dengan kecepatan rendah.
Bunyi mendesing atau berdecit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Kerusakan pada pompa power steering
- Kerusakan pada motor power steering
- Kebocoran pada sistem power steering
2. Kesulitan memutar setir
Salah satu tanda kerusakan power steering elektrik yang paling umum adalah kesulitan memutar setir. Kesulitan ini biasanya terasa saat Anda memutar setir dengan kecepatan rendah, seperti saat parkir.
Kesulitan memutar setir dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Kekurangan cairan power steering
- Kebocoran pada sistem power steering
- Kerusakan pada pompa power steering
- Kerusakan pada motor power steering
3. Kemudi berdenyut atau bergetar
Kendaraan yang mengalami kerusakan power steering elektrik dapat mengalami kemudi berdenyut atau bergetar. Gejala ini biasanya terasa saat mobil sedang dalam keadaan diam.
Kendaraan yang mengalami kemudi berdenyut atau bergetar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Kerusakan pada pompa power steering
- Kerusakan pada motor power steering
- Kerusakan pada rack and pinion
4. Lampu indikator EPS menyala
Lampu indikator EPS yang menyala dapat menjadi tanda kerusakan power steering elektrik. Lampu ini biasanya terletak di dasbor mobil.
Lampu indikator EPS yang menyala dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Kekurangan cairan power steering
- Kebocoran pada sistem power steering
- Kerusakan pada pompa power steering
- Kerusakan pada motor power steering
5. Perhatikan saat mengemudi
Selain mengamati gejala-gejala yang disebutkan di atas, Anda juga dapat mendeteksi kerusakan power steering elektrik saat mengemudi. Beberapa gejala yang dapat Anda perhatikan saat mengemudi, antara lain:
- Mobil terasa tidak stabil saat melaju dengan kecepatan tinggi
- Mobil terasa bergetar saat melewati jalan yang tidak rata
- Mobil terasa berat saat berbelok
Jika Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk diperiksa.
Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah kerusakan power steering elektrik:
- Gunakan cairan power steering yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda.
- Periksa level cairan power steering secara rutin.
- Lakukan servis berkala sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pabrikan mobil.
- Hindari melewati genangan air yang terlalu tinggi.
Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin, Anda dapat membantu mencegah kerusakan power steering elektrik dan menjaga keamanan berkendara.







