IndonesiaBuzz: Semarang, 24 Agustus 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui program Gerakan Pangan Murah kembali menggelar pasar murah di berbagai daerah, termasuk di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri membantu stabilisasi harga sekaligus meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Di Semarang, pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata, bekerja sama dengan Perum Bulog. Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Pedurungan pada Sabtu (23/8/25) pagi, dan disambut antusias oleh warga yang memadati lokasi.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Wakapolri didampingi Karo SDM Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Noviana Tursanurohmad serta sejumlah pejabat utama Polda Jateng.
Dalam pasar murah itu, panitia menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain:
- 600 kilogram telur Rp23.000/kg
- 500 kilogram gula pasir Rp15.000/kg
- 300 kilogram tepung Rp10.000/kg
- 2.000 liter minyak goreng Rp15.000/liter
- 8 ton beras SPHP Rp55.000/karung (5 kg)
Salah seorang warga, Anis, warga Kelurahan Palebon, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini.
“Tadi saya beli beras dua kantong, minyak dua liter, dan telur satu kilogram. Harganya jauh lebih murah dari pasaran. Makanya begitu tahu ada pasar murah, saya langsung datang,” katanya.
Alumni Akpol 90 menyebut kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat. Hingga kini, Polri melalui gerakan pasar murah telah membuka hampir 20.000 titik penyaluran di seluruh Indonesia dengan menyalurkan puluhan ribu ton beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Polri menegaskan akan terus melanjutkan program pasar murah sebagai bentuk bakti nyata bagi masyarakat dan wujud kepedulian terhadap stabilitas pangan nasional.(Yudi.S/Koresponden Wonogiri)







