IndonesiaBuzz: Solo, 10 November 2023 – Kedatangan anggota Polresta Solo ke kantor DPC PDIP Solo pada Rabu (8/11) menuai polemik. Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menuding polisi melakukan intimidasi. Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi membantah tudingan itu dan meminta maaf.
Iwan mengatakan, kedatangan polisi ke kantor DPC PDIP Solo adalah bagian dari operasi Mantap Brata Pemilu 2024. Polisi bertugas menjamin keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di tempat-tempat yang berhubungan dengan pemilu, termasuk kantor partai politik.
“Kehadiran kami hanya untuk berpatroli, tidak ada kontak antara polisi dengan siapa pun di lokasi tersebut. Kehadiran kami untuk memastikan lokasi tersebut aman,” kata Iwan kepada wartawan di Mapolresta Solo, Kamis (9/11/2023).
Iwan juga menegaskan, bahwa Polri netral dan tidak berpihak kepada siapa pun dalam kontestasi pemilu. Dia mengatakan, patroli serupa juga dilakukan di kantor partai lainnya, serta di kantor KPU dan Bawaslu.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo alias FX Rudy, mengaku akan menghubungi Iwan untuk mengklarifikasi masalah ini. Dia mengatakan tidak ada yang perlu dimaafkan dan berharap Solo tetap netral dan tidak ada intimidasi.
“Saya kepengin Solo ini tetap netral, tidak ada gerakan-gerakan yang seolah-seolah menakut-nakuti atau intimidasi, itu aja. Saya mau telepon sendiri,” ujar Rudy.
Rudy sebelumnya menilai kedatangan polisi ke kantor DPC PDIP Solo tidak wajar dan mengarah ke bentuk intimidasi. Dia mengkhawatirkan dampaknya terhadap kebebasan berpolitik masyarakat.
“Sehingga kalau DPC saja sudah didatangi polisi orang akan menilai ini adalah bentuk intervensi, intimidasi supaya orang takut ke DPC, itu kan sudah nggak benar,” tuturnya.
Kedatangan polisi ke kantor DPC PDIP Solo terjadi pada Rabu, 8 November 2023, sekitar pukul 09.00 WIB. Ada tiga anggota polisi yang berpatroli di sana. Kegiatan itu sempat diabadikan oleh seorang warga dan beredar di media sosial. @indonesiabuzz







