IndonesiaBuzz: Semarang, 9 Januari 2026 – Kepolisian Daerah Jawa Tengah kembali menegaskan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar Polres Semarang di lahan hutan sosial BKPH Jembolo Selatan, KPH Semarang, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (8/1/26), dengan luas panen mencapai tiga hektare.
Panen raya ini dihadiri langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, didampingi Wakapolda serta jajaran pejabat utama Polda Jateng. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, dan Forkopimda Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen jagung nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dari Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, melalui jaringan virtual.
Selain memanen jagung, Kapolda Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada kelompok tani setempat. Bantuan tersebut menjadi simbol dukungan Polri terhadap para petani yang selama ini bersinergi dalam menyukseskan program ketahanan pangan.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, hingga Kuartal IV Tahun 2025, total hasil panen jagung dari lahan binaan Polres Semarang mencapai 45,94 ton dan seluruhnya telah disalurkan ke Bulog.
“Ke depan, kami menargetkan peningkatan baik dari sisi luasan lahan maupun hasil panen. Saat ini kami juga telah mengembangkan benih jagung lokal Serasi 38 yang diuji coba di beberapa wilayah dengan hasil rata-rata mencapai 10 ton per hektare,” ujar AKBP Ratna.
Ia menambahkan, total luas lahan jagung di Kabupaten Semarang saat ini mencapai sekitar 690 hektare. Lahan tersebut meliputi pemanfaatan lahan baku sawah pada masa peralihan musim kemarau serta lahan hutan sosial yang dikerjasamakan dengan Perhutani.
Dukungan Polri di sektor pertanian juga dirasakan langsung oleh petani. Salah satu anggota kelompok tani, Heni (37), mengapresiasi pendampingan dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, penggunaan bibit unggulan serta pendampingan intensif berdampak signifikan terhadap peningkatan hasil panen dan nilai jual jagung dibandingkan musim sebelumnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari peran strategis institusi kepolisian dalam mendukung program pemerintah.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendamping masyarakat. Melalui program ketahanan pangan ini, Polri berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,” tegas Artanto.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Perhutani, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Harapannya, program ini dapat terus berkelanjutan, memberi manfaat langsung bagi masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang humanis dan solutif,” pungkasnya. (Red – Ho Humas Polda Jateng)







