IndonesiaBuzz: Jakarta, 20 Februari 2024 – Pengamat politik, Ujang Komaruddin, mengungkapkan pandangannya bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan NasDem memiliki peluang untuk masuk ke dalam kabinet Prabowo Subianto. Menurut Ujang, perbedaan alasan di balik potensi kerjasama tersebut mencuat karena PKB dan PKS, dua partai Muslim dengan akar rumput yang berbeda, memiliki kecenderungan yang berbeda pula dalam menjalin hubungan dengan Prabowo.
Ujang menjelaskan bahwa PKB selama ini tidak terlihat sebagai partai oposisi, sementara PKS memiliki kedekatan dengan Prabowo, yang terbukti melalui kerjasama dalam berbagai agenda politik, termasuk Pilpres 2014, pemilihan gubernur Jakarta 2017, dan Pilpres 2019.
“Yang kelihatannya beroposisi hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” ujar Ujang, yang juga seorang dosen ilmu politik di Universitas Al Azhar Indonesia, pada Senin, 19 Februari 2024.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sebelumnya menyatakan bahwa partainya bersiap berada di luar pemerintahan, dengan fokus pada peran check and balance melalui parlemen.
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, juga menjadi sorotan Ujang. Dia menilai bahwa NasDem, yang sebelumnya telah berada dalam pemerintahan selama hampir 10 tahun, kemungkinan bergabung dengan kubu Prabowo.
“Ini dilihat sebagai indikasi NasDem bergabung dengan kubu Prabowo dalam pertemuan dengan Jokowi karena selama hampir 10 tahun partai itu ada dalam pemerintahan,” ujarnya.
Ujang menambahkan bahwa Jokowi memiliki dampak besar sebagai “king maker” bagi Prabowo, yang berpasangan dengan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Meski Jokowi menyebut pertemuan dengan Surya Paloh sebagai persamuhan politik biasa, Ujang menilai situasinya masih dinamis, dan Anies Baswedan, yang berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024, tetap teguh pada gerakan perubahan.
“Peta politik saat ini masih sangat dinamis, dan Anies yang teguh pada gerakan perubahan bisa ditinggalkan,” ungkap Ujang. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menyatakan belum menerima tawaran dari pasangan Prabowo-Gibran. Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB di DPR, Cucun Ahmad Sjamsurijal, menyatakan bahwa partainya belum menentukan sikap terkait akan bergabung dengan koalisi pemerintah atau menjadi oposisi setelah Pemilu 2024. Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid, mengindikasikan fokus partainya saat ini adalah mengawal suara Pemilu.@cinde







