IndonesiaBuzz: Wonogiri, 13 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memutuskan untuk tidak memungut retribusi dari pedagang Pasar Kota Wonogiri yang akan menempati pasar darurat usai kebakaran hebat yang melanda pasar tersebut pada Senin (6/10/25) lalu. Keputusan ini membuat potensi pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp900 juta harus rela hilang demi meringankan beban para pedagang.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk empati pemerintah daerah terhadap ratusan pedagang yang mengalami kerugian besar akibat kebakaran.
“Kami tidak akan menarik retribusi dari pedagang pasar darurat. Tidak apa apa pemerintah daerah kehilangan potensi PAD dari sana. Ini musibah, dan pedagang perlu kita bantu,” ujar Setyo, Senin (13/10/25).
Menurutnya, pembangunan pasar darurat bagi pedagang terdampak saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan rampung pekan depan. Lokasi pasar darurat akan menempati area parkir Pasar Kota Wonogiri, terminal bus dan nonbus di sisi utara pasar, serta area sekitar Stasiun Wonogiri.
Selain pembebasan retribusi, Pemkab Wonogiri juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai Rp1 juta bagi setiap pedagang yang kios atau los-nya terdampak kebakaran. Bantuan akan diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah kios atau los yang dimiliki.
“Satu pedagang dengan satu kios atau los akan menerima Rp1 juta. Jika memiliki lebih dari satu, bantuannya disesuaikan. Saat ini kami masih dalam proses pendataan menggunakan NIK pedagang, bukan berdasarkan SITU,” jelas Setyo.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menyebutkan jumlah pedagang terdampak kebakaran mencapai 749 orang, terdiri atas 189 pedagang kios dan 560 pedagang los. Total unit yang rusak maupun terdampak mencapai 1.368 los dan kios.
“Pembangunan pasar darurat awalnya dianggarkan Rp1,9 miliar, tapi kemungkinan meningkat karena perluasan area untuk menampung seluruh pedagang. Nilainya akan menjadi sekitar Rp2 miliar lebih,” kata Wahyu.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) turut memberikan dukungan berupa bantuan dana Rp1 miliar untuk pembangunan pasar darurat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Bupati Setyo Sukarno saat meninjau lokasi kebakaran pada Kamis siang (9/10/2025).
Setyo memastikan bahwa pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. “Pasar tradisional masih menjadi denyut ekonomi masyarakat Wonogiri. Kami pastikan pembangunan kembali pasar akan segera direalisasikan,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah pemulihan ini, Pemkab Wonogiri berharap aktivitas ekonomi warga kembali pulih, sekaligus memastikan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







