IndonesiaBuzz : Madiun, 17 Juli 2025 – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Madiun resmi memiliki kepengurusan baru periode 2025–2028 setelah pelantikan yang digelar di Hotel Mercure, Kamis (17/7/2025).
Ny. Nila Sukoto mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi ini selama tiga tahun ke depan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., yang hadir langsung, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar kepada pengurus baru agar dapat berperan aktif mendukung program pembangunan daerah.
“Saya ucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus IIDI Cabang Madiun terpilih yang sudah disahkan dan dilantik. IID harus siap bekerja setelah dilantik,” kata Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kerja sama IIDI bersama pemerintah daerah serta organisasi kemasyarakatan lain demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami berharap IIDI bisa ikut mendukung program-program pemerintah Kabupaten Madiun dalam mewujudkan masyarakat yang bersih, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.
Tak lupa, Bupati memberikan apresiasi kepada IIDI atas dedikasi mereka selama masa pandemi COVID-19.
“Saya adalah alumni COVID-19, jadi betul-betul merasakan pengabdian beliau tanpa rasa sungkan. Mereka sudah mengabdikan jiwa dan raganya untuk membantu masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap kepengurusan baru IIDI semakin aktif mengadakan program-program kesehatan, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat luas.
“Kalau sudah bersih dan sehat, insyaallah masyarakat Kabupaten Madiun bisa sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua IIDI Cabang Madiun terpilih, Ny. Nila Sukoto, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk melanjutkan program organisasi, terutama demi kesehatan keluarga dan masyarakat.
“Amanah ini bukan sekadar posisi, tetapi panggilan untuk melanjutkan dan memperkuat gerakan perempuan pendamping dokter yang turut aktif dalam membangun kesehatan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga membagikan kutipan inspiratif dari Dokter Bizila Suara Gita.
“Perempuan yang paham kesehatan akan melahirkan masyarakat yang tangguh. Karena perubahan besar selalu berawal dari meja makan dan ruang keluarga.”
Lebih jauh, Nila menjelaskan bahwa IIDI akan hadir tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga aktif dalam edukasi keluarga, pengasuhan, dan masyarakat luas.
Kepengurusan baru juga akan memperkuat literasi kesehatan keluarga, menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, serta memperluas program sosial dan advokasi perempuan.
“Kami yakin dengan kolaborasi yang kuat dan semangat gotong royong, kita bisa menciptakan IIDI yang tidak hanya eksis, tetapi juga relevan dan berdampak,” pungkasnya. (Arn)





