IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 27 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat upaya mencetak wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia usaha. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bootcamp UMKM/Pemuda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan dibuka di Pendopo Malowopati, Rabu (26/8/26), dan pelatihan intensif mulai berlangsung Kamis (27/8/26). Program ini diikuti 150 peserta terpilih dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan motivasi kepada para peserta agar memiliki mentalitas petarung dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Menurutnya, keberanian mengambil risiko dan kegigihan untuk bangkit dari kegagalan menjadi modal penting dalam membangun bisnis berkelanjutan.
“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Ada dua pilihan jalur hidup, tetap berada di zona nyaman tanpa berani mengambil risiko, atau menjadi seorang petarung. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” ujar Nurul Azizah.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan pelatihan sebagai momentum untuk mengubah pola pikir, meningkatkan kemampuan, sekaligus memperluas jejaring usaha.
Para peserta mendapatkan pelatihan pada enam bidang usaha potensial, yakni olahan pangan, budidaya jamur tiram, pertanian modern, affiliator digital, jasa pembawa acara (MC), serta kerajinan tangan.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang Sugianto mengatakan 150 peserta yang mengikuti bootcamp merupakan hasil seleksi dari 215 pendaftar. Para pendaftar berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Program pelatihan praktikum intensif tersebut berlangsung selama sekitar dua pekan, mulai 27 Agustus hingga 9 September 2026. Dalam pelaksanaannya, Dinpora menggandeng enam lembaga pelatihan profesional.
“Target utama melahirkan wirausahawan muda baru (startup) serta memperkuat kapasitas pemuda yang sudah memiliki bisnis. Ketika bisnis mereka tumbuh dan berdaya, mereka dapat merekrut tenaga kerja lokal, sehingga membantu pemerintah daerah bermigrasi dari sektor informal ke formal dan menurunkan angka pengangguran di Bojonegoro,” ungkap Arief.
Menurutnya, pengembangan kewirausahaan pemuda tidak hanya diarahkan untuk menciptakan pelaku usaha baru. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu mendorong usaha yang telah berjalan agar berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Melalui pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap para peserta mampu mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing. Jejaring antarpeserta juga diharapkan terus tumbuh setelah program berakhir sehingga dapat menjadi ekosistem bisnis yang saling mendukung.
Penguatan kapasitas wirausahawan muda ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan memperluas kesempatan kerja di Kabupaten Bojonegoro. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro).







