IndonesiaBuzz: Jakarta, 9 April 2026 – Pemerintah terus memantau dampak kenaikan harga sejumlah komoditas global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pengawasan dilakukan secara intensif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kami pemerintah terus menerus setiap hari memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan harga di dunia,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/26).
Sejumlah komoditas yang mengalami tekanan harga antara lain bahan bakar minyak (BBM), plastik, hingga avtur. Menurut Prasetyo, dinamika global saat ini tidak terelakkan berdampak pada berbagai sektor di dalam negeri, seiring keterkaitan ekonomi antarnegara yang semakin erat.
Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian. Di antaranya bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memetakan dampak serta merumuskan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, berharap eskalasi konflik global dapat segera mereda agar harga komoditas dunia kembali stabil. Namun demikian, ia mengakui bahwa penyusunan strategi penanganan membutuhkan waktu dan kehati-hatian, terutama dalam hal diversifikasi sumber pasokan energi.
“Dalam memastikan pasokan minyak, tidak serta-merta kita bisa membeli dari negara atau perusahaan baru yang belum memiliki rekam jejak kerja sama dengan Indonesia. Ini membutuhkan proses,” jelasnya.
Di sektor transportasi udara, pemerintah mengambil langkah mitigasi dengan menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat tetap terkendali. Salah satu upaya yang ditempuh adalah pemberian subsidi, sehingga lonjakan harga tiket tidak melampaui kisaran 9 hingga 13 persen.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara fluktuasi harga minyak dunia dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan sektor transportasi udara tetap berjalan optimal.
“Pemerintah mencari formula keseimbangan agar dampak kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat. Ini penting karena akan berpengaruh pada mobilitas dan aktivitas ekonomi,” tegas Prasetyo.
Pemerintah menegaskan akan terus mengkaji berbagai skema kebijakan guna meredam dampak gejolak global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung. @yudi







