IndonesiaBuzz: Solo, 9 Juni 2025 — Di tengah ramai nya wisatawan yang memadati kawasan Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta, di sebelah timur tepat nya arah menuju Siti Hinggil Kidul Kraton Surakarta Hadiningrat tampak sosok pria paruh baya dengan senyum ramah yang selalu menyambut setiap pembelinya. Dialah Suwoto, pria berusia 62 tahun yang sejak tahun 2000 merantau ke Solo demi menghidupi keluarganya.(9/6/25) Senin siang.
Sebelum merantau, Suwoto pernah mengabdikan diri menjadi guru di kampung halamannya. Namun, keterbatasan ekonomi dan tuntutan hidup membuatnya harus meninggalkan profesi mulianya tersebut. Ia pun memutuskan hijrah ke Kota Solo dan memulai hidup baru sebagai penjual es potong keliling.
Setiap hari, dengan gerobak sederhana, ia menyusuri area Alun-Alun Kidul. Di hari biasa, ia mampu menjual hingga 150 potong es. Namun, saat akhir pekan atau libur panjang, jumlah itu bisa melonjak hingga 300 potong. Keuletan dan konsistensinya dalam berdagang menjadi saksi bisu perjuangan hidup yang penuh semangat.
Yang luar biasa, dari hasil menjual es potong ini, ia mampu membiayai pendidikan keempat anaknya hingga perguruan tinggi. “Yang penting halal dan saya bisa melihat anak-anak berhasil,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa syukur.Kisah Pak Suwito bukan hanya soal perubahan profesi, tapi juga tentang ketekunan, cinta keluarga, dan dedikasi untuk masa depan. Ia membuktikan bahwa kerja keras dan keikhlasan mampu mengubah keterbatasan menjadi harapan.
Di tengah panasnya terik matahari, es potong milik hasil produksi sendiri pria Kelahiran Pacitan Jawa Timur ini bukan hanya pelepas dahaga, tapi juga simbol manisnya perjuangan seorang ayah untuk anak-anaknya.







