IndonesiaBuzz: Wonogiri, 12 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri terus mendorong kebangkitan ekonomi kreatif lokal melalui gelaran Pameran Batik Wonogiri 2025 yang berlangsung di halaman depan Sport Tourism Center (STC) Pringgodani, Sabtu 11 Oktober hingga Minggu, 12 Oktober 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi para perajin untuk mempromosikan Batik Wonogiren sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk asli daerah.
Pameran yang berlangsung dua hari ini diikuti oleh sejumlah perajin batik Wonogiri dengan menampilkan beragam motif khas daerah, termasuk motif remukan, yang telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Wonogiri. Tak hanya menampilkan karya busana, pameran ini juga menghadirkan kuliner lokal, pertunjukan seni tradisional, hingga lokakarya batik, menjadikannya perpaduan antara promosi budaya dan hiburan rakyat.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab untuk mengangkat potensi batik daerah agar lebih dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pameran ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat tentang batik Wonogiren, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap produk lokal,” ujar Setyo, Kamis (9/10/25).
Menurutnya, Wonogiri memiliki potensi besar dalam pengembangan industri batik, baik dari sisi produktivitas perajin maupun minat pasar terhadap karya seni tekstil tradisional. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dijadikan agenda tahunan yang disertai dengan program edukasi bagi generasi muda mengenai sejarah, proses produksi, serta peluang usaha di bidang batik.
“Pengembangan Batik Wonogiren sejalan dengan visi Kabupaten Wonogiri 2024-2029, yakni Wonogiri Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Melalui ekonomi kreatif, kami ingin menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menjelaskan bahwa pameran bertajuk ‘Sentra Rasa Sentra Warna’ ini juga menghadirkan bincang kreatif bersama konten kreator lokal untuk memperkuat promosi digital.
“Harapannya kegiatan ini mampu memperkuat branding Batik Wonogiren dan memperluas pasar, baik secara langsung maupun melalui platform daring,” ujarnya.
Batik Wonogiren kini telah diakui secara nasional, terutama berkat motif remukan yang mendapatkan sertifikat indikasi geografis (IG) penanda resmi yang menjamin keaslian dan kualitas produk berdasarkan faktor geografis daerah asalnya. Pengakuan ini semakin memperkokoh posisi Batik Wonogiren di antara batik batik unggulan nusantara.
Lebih dari sekadar promosi, Pameran Batik Wonogiri menjadi bukti nyata bagaimana warisan budaya lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif, batik Wonogiren diharapkan semakin dikenal sebagai simbol keindahan, ketekunan, dan jati diri masyarakat Wonogiri. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)





