IndonesiaBuzz: Jakarta, 4 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/26). Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu berjalan dalam suasana hangat dan kondusif.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah forum internasional yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik global, termasuk konflik Palestina.
Di hadapan para ulama dan kiai, Presiden Prabowo menjelaskan secara terbuka alasan pemerintah mengambil langkah tersebut. Salah satu pertimbangan utama adalah keinginan Indonesia untuk berperan aktif membela dan membantu perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa Presiden menegaskan partisipasi Indonesia di BoP akan difokuskan pada langkah langkah konkret dan terkoordinasi bersama negara-negara lain yang memiliki komitmen serupa terhadap Palestina.
“Hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang bermotivasi membela dan membantu Palestina,” ujar Yahya usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina, termasuk dengan rencana pengiriman pasukan perdamaian.
“Presiden sudah memberi penjelasan bahwa Indonesia akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina,” kata Yahya, yang akrab disapa Gus Yahya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menilai pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Presiden, seluruh ormas Islam yang hadir menyatakan dukungan terhadap langkah politik luar negeri pemerintah.
“Setelah penjelasan yang utuh mengenai situasi global, kondisi Palestina, serta peran Indonesia, Alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace,” ujar Mu’ti.
Mu’ti menambahkan, perbedaan pandangan yang sempat muncul sebelumnya disebabkan belum utuhnya informasi yang diterima sejumlah ormas dan tokoh Islam terkait BoP. Muhammadiyah, kata dia, mendukung penuh keputusan tersebut.
Hal senada disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI, Anwar Iskandar, menyatakan dukungan sepanjang keberadaan BoP membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. MUI berjuang untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Anwar menegaskan, Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat, serta memperkuat kerja sama dengan negara negara Islam lain yang tergabung dalam BoP. Namun, jika organisasi tersebut dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi perdamaian Palestina, Indonesia siap menarik diri.
“Apabila di kemudian hari tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan bagi Palestina dan perdamaian dunia, maka negara-negara Islam yang tergabung akan keluar dari BoP,” tegas Anwar.
Menteri Luar Negeri Sugiono turut menegaskan sikap tersebut. Ia menyebut pemerintah tidak akan ragu mengevaluasi keikutsertaan Indonesia di BoP jika kebijakan organisasi itu tidak sejalan dengan prinsip Indonesia.
“Tujuan kita jelas, situasi damai di Gaza, damai di Palestina secara umum, dan pada akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina,” ujar Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, tercatat 16 ormas Islam hadir, di antaranya PBNU, MUI, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Islam (PERSIS), PP Muslimat NU, Wahdah Islamiyah, dan Persatuan Ummat Islam. @yudi







