Saturday, September 19, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Opini

Opini: Ketika Kekecewaan Menjadi Keberanian yang Berbahaya

by Eko Sigit
October 2, 2025
Reading Time: 2 mins read
Opini: Ketika Kekecewaan Menjadi Keberanian yang Berbahaya

Ilustrasi foto TW Di Polres Sragen. (foto Ilustrasi IndonesiaBuzz)

Opini: Ketika Kekecewaan Menjadi Keberanian yang Berbahaya

Oleh: KRT. Eko Sigit Pujianto Wartodipuro

IndonesiaBuzz: Sudut Pandang – Tri Wulandari, seorang emak-emak di Sragen, bukan sekadar warga biasa yang marah. Ia adalah simbol frustrasi masyarakat yang merasa tidak didengar oleh aparat penegak hukum. Bermula dari dugaan penipuan Rp600 juta yang tak kunjung ditanggapi, kekecewaannya berubah menjadi keberanian ekstrem mengganggu kegiatan Polres Sragen dan akhirnya menyiramkan Pertalite ke anggota polisi.


Pertanyaan besar muncul: kenapa seorang warga bisa merasa cukup berani mengambil tindakan ekstrem terhadap aparat negara? Tindakan Tri Wulandari bukan hanya melanggar hukum, tapi juga memantik kekhawatiran serius bagi stabilitas publik. Akumulasi amarahnya adalah cermin dari kegagalan sistem hukum dalam menegakkan keterwakilan dan keadilan.


Kapolres Sragen, Kapolda, bahkan Kapolri, tentu menyadari bahwa keberanian ini tidak muncul begitu saja. Ini adalah hasil dari frustrasi yang menumpuk, dari laporan yang tak ditindaklanjuti hingga rasa ketidakadilan yang merasuk. Tapi, keberanian ekstrem ini harus menjadi alarm: jangan biarkan masyarakat merasa perlu menegakkan hukum sendiri.

BeritaTerkait

7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

7 Ciri Utama Lelaki Yang Menyembunyikan KetidakBahagiaan Kronis


Sebagai penulis, saya menekankan: ini bukan sekadar masalah Tri Wulandari atau Polres Sragen. Ini masalah sistemik. Ketika suara masyarakat diabaikan, ketika respons hukum lambat atau tidak jelas, akumulasi kekecewaan bisa meledak menjadi tindakan berbahaya. Hukum harus bekerja, bukan digantikan kemarahan warga.


Introspeksi mendalam diperlukan. Anggota polisi yang melakukan kesalahan harus ditindak, tetapi jangan sampai ketidakresponsifan sistem mendorong warga menyalurkan frustrasi dengan cara yang merusak hukum dan keselamatan. Keberanian emak-emak ini, meski dramatis, seharusnya menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana sebuah sistem hukum bisa menumbuhkan kepercayaan, bukan ketakutan atau kemarahan?


Tri Wulandari adalah peringatan keras. Jika aparat dan sistem hukum tidak memastikan keterwakilan, akumulasi frustrasi bisa menciptakan “hukum versi rakyat sendiri” yang berpotensi lebih berbahaya daripada kriminalitas biasa. Jangan bangunkan “naga tidur” di masyarakat hanya karena ketidakadilan kecil dibiarkan membesar.


Sebuah sistem hukum yang sehat harus membuat warga percaya bahwa keadilan ditegakkan, bukan memaksa mereka mengambil risiko ekstrem. Dan jika masyarakat mulai merasa bahwa hukum tidak berpihak, keberanian seperti Tri Wulandari bisa jadi simbol berbahaya yang menantang negara.@sigit

Tags: frustasi hukumhukum tebang pilihPolres SragenSragentri wulandari
Share225SendScan

Trending

Karhutla Gunung Lawu Masih Ditangani, Warga Ngrayudan Gelar Salat Istisqa
News

Karhutla Gunung Lawu Masih Ditangani, Warga Ngrayudan Gelar Salat Istisqa

6 hours ago
Razia Gabungan di Lapas Bojonegoro, Petugas Temukan Besi Runcing hingga Botol Kaca
News

Razia Gabungan di Lapas Bojonegoro, Petugas Temukan Besi Runcing hingga Botol Kaca

6 hours ago
Prabowo Akan Gelar Ratas, Dorong Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga Universitas
News

Prabowo Akan Gelar Ratas, Dorong Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga Universitas

7 hours ago
Tiga Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Dievakuasi dari Dalam Kapal
News

Tiga Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Dievakuasi dari Dalam Kapal

15 hours ago
KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Penyidikan Kasus HGB Bogor Meluas
News

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Penyidikan Kasus HGB Bogor Meluas

21 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Karhutla Gunung Lawu Masih Ditangani, Warga Ngrayudan Gelar Salat Istisqa

Karhutla Gunung Lawu Masih Ditangani, Warga Ngrayudan Gelar Salat Istisqa

September 19, 2026
Razia Gabungan di Lapas Bojonegoro, Petugas Temukan Besi Runcing hingga Botol Kaca

Razia Gabungan di Lapas Bojonegoro, Petugas Temukan Besi Runcing hingga Botol Kaca

September 19, 2026

TERPOPULER

Perempuan 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Aliran Bengawan Solo Ngawi

Mahasiswa PK UNY Edukasi 300 Siswa SD Condongcatur Tentang PHBS

Petinju Pelajar Sasana Soerjo Ngawi Borong 7 Emas di Piala Wali Kota Surakarta 2026

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In