Indonesiabuzz.com : Kriminal Jatim, 6 Januari 2025 – Seorang lelaki bernama Rohmat Trifanani (26), yang merupakan warga kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, nekat melakukan percobaan pemerkosaan beberapa kali kepada seorang wanita berusia 16 tahun asal Malang, Jawa Timur.
Berawal dengan mengenal korban melalui aplikasi Lemo, pelaku menawari korban pekerjan di sebuah toko ponsel dengan syarat, korban harus datang ke rumah pelaku di Puri, Mojokerto. Lantaran butuh pekerjaan, korban pun memberanikan diri untuk datang ke rumah pelaku. Bahkan pelaku mengganti ongkos perjalanan korban sebesar Rp. 106 ribu. Korban tiba di rumah pelaku pada dini hari pukul 02.00 WIB.
Setibanya korban, pelaku kemudian mengajak korban ke warkop dekat rumahnya. Di warkop inilah, pelaku mulai melancarkan aksinya untuk mencabuli korban, tapi korban melawan dengan menendang kemaluan pelaku. Ketika korban hendak berteriak, terdakwa mengancamnya dengan kepalan tangan. Keduanya kemudian pulang ke rumah pelaku. Kemudian pelaku kembali berusaha melancarkan aksinya untuk mencabuli korban, beruntung korban bisa lari masuk ke kamar mandi. Korban tak bisa keluar rumah karena pelaku mengunci semua akses keluar dari rumahnya.
Beberapa menit kemudian, korban keluar menuju kamar tidur RT untuk meminta bajunya dikembalikan. Saat itu, pelaku kembali mengajak korban berhubungan layaknya suami istri. Namun, korban tegas menolaknya.
Korban memilih tidur di ruang tamu setelah memakai baju yang dikembalikan oleh Rohmat. Rohmat 3 kali mengulangi perbuatan cabulnya kepada korban di rumah tersebut. Yaitu sekitar pukul 11.30 dan 15.00 WIB, serta pada siang di keesokan harinya.
Di hari berukutnya, korban memohon untuk diantar ke kos temannya yang terletak di Singosari, Malang. Mereka sampai di kos tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Dari situ, korban mulai memutuskan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.
Saat ini, pelaku telah divonis dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar karena terbukti telah 4 kali mencabuli korbannya.
Tuntutan terhadap Rohmat tersebut dibacakan dalam sidang tertutup di ruangan Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 16.47 WIB. Rohmat dihadirkan langsung di ruang sidang tersebut.
Terdakwa didampingi penasihat hukum dari LKBH Universitas Mayjen Sungkono. Sidang tuntutan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Jenny Tulak, serta hakim anggota Made C Buana dan Tri Sugondo.
Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Erfandy Kurnia Rachman menjelaskan, JPU menilai Rohmat terbukti melakukan perbuatan Pasal 82 Ayat (1) junto Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.
Yaitu melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.
“Terdakwa (Rohmat) kami tuntut dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan,” jelasnya.
Tuntutan tersebut, lanjut Erfandy, juga menimbang keadaan yang memberatkan dan meringankan Rohmat. Hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa menimbulkan penderitaan yang mendalam dan berkepanjangan bagi korban dan keluarganya.
“Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Keadaan yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya,” tegasnya.
Merespons tuntutan tersebut, Penasihat Hukum Rohmat, Junus bakal mengajukan pembelaan atau pledoi pekan depan. Melalui pledoi tersebut, ia berharap kliennya mendapatkan keringanan hukuman dari majelis hakim.
“Poinnya yang bisa meringankan terdakwa yaitu dia sopan, kooperatif, belum pernah dipidana, serta dia tidak akan mengulangi perbuatannya,” pungkasnya. (Ananda-Red)







