IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 4 Agustus 2025 – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara resmi memulai pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk sekolah di SMP Negeri 1 Padangan, Bojonegoro, Minggu (3/8/25). Program ini ditujukan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan serta mendorong kebiasaan hidup sehat di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
Dalam sambutannya, Pratikno menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sebagai salah satu modal utama peningkatan kualitas hidup. “Kesehatan adalah aset berharga yang harus dijaga dan dipelihara,” kata Pratikno yang diketahui merupakan putra daerah Bojonegoro.
Program CKG menjadi salah satu program unggulan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemeriksaan dilakukan dengan delapan indikator meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, hemoglobin (HB)/anemia, kesehatan mata, hingga kondisi gigi. Seluruh pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan profesional.
“Program ini sebelumnya telah berjalan di beberapa pesantren. Hari ini secara serentak kita mulai pelaksanaannya untuk sekolah di seluruh Indonesia,” jelas Pratikno.
Ia berharap program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro tetapi juga dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain.
“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menekankan pentingnya deteksi dini agar potensi penyakit dapat segera ditangani.
“Dengan tahu kondisi diri sendiri, masyarakat akan lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Temuan penyakit atau potensi penyakit nantinya bisa segera ditangani di rumah sakit secara gratis karena dikafer BPJS,” ujar Azhar.
Sebanyak 900 lebih siswa SMP Negeri 1 Padangan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini dengan melibatkan sekitar 80 tenaga medis. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan kesehatan preventif dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (M. Tohir/Koresponden Bojonegoro).







