Sunday, August 2, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Budaya

Menggali Tanah, Menjaga Tradisi: Prosesi Sakral Kraton Surakarta di Makam Ki Ageng Tarub

by Nor Eko
August 4, 2025
Reading Time: 3 mins read
Ritual Sakral Delapan Tahunan, Kraton Surakarta Ambil Tanah dan Kayu di Makam Ki Ageng Tarub

KP Parno secara simbolis menerima kayu dari makam Kyai Ageng Tarub, Minggu (4/7/25). (Foto: IB)

IndonesiaBuzz: Grobogan, 3 Agustus 2025 – Suasana khidmat menyelimuti kompleks makam Ki Ageng Tarub di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Minggu (3/8/25) siang. Di bawah naungan pohon-pohon tua dan langit mendung, rombongan Utusan Dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tampak menyusuri halaman makam dengan langkah perlahan, membawa serta doa dan tradisi yang berusia ratusan tahun.

Dipimpin oleh Kanjeng Pangeran (KP) Parno, rombongan terdiri dari para ulama kraton, abdi dalem, serta petugas adat yang melaksanakan prosesi Ngupadi Siti (mengambil tanah),Toya (mengambil air) dan Kajeng (mengambil kayu) dari area makam Ki Ageng Tarub tokoh leluhur penting dalam silsilah Raja-raja Mataram Islam.

Prosesi ini bukan sekadar ritual adat. Ia merupakan bagian dari Hajad Dalem Bethak atau dikenal juga sebagai Adang, upacara suci yang hanya digelar setiap delapan tahun sekali, bertepatan dengan tahun Dal dalam kalender Jawa.

Windu, Waktu yang Digenapi

Dalam falsafah Jawa, siklus delapan tahun atau windu adalah satu putaran waktu yang dianggap sempurna. Di titik inilah, Kraton Surakarta menyampaikan rasa syukur atas keberlimpahan hasil bumi dan memohon keberkahan bagi seluruh rakyat.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

“Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas rezeki berupa hasil bumi,” ujar KP Parno kepada IndonesiaBuzz, seusai prosesi. “Tanah dan kayu yang diambil nanti akan digunakan sebagai bagian dari ubo rampe upacara Bethak, agar nasi yang dimasak membawa berkah bagi seluruh rakyat.” imbuhnya.

Rangkaian acara dimulai dari penyampaian perintah dari Sinuhun Pakubuwono XIII yang diwakilkan kepada juru kunci Pajimatan Ki Ageng Tarub. Setelah itu, dilanjutkan doa bersama, tabur bunga, hingga puncaknya: pengambilan tanah dari pelataran makam, kayu dari pepohonan sekitar, dan merang (jerami) untuk perlengkapan memasak di Kraton.

Semua dilakukan dengan kehati-hatian dan tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Simbol Agraris, Doa Bumi

Bagi Kraton Surakarta, prosesi ini bukan hanya menegaskan hubungan spiritual antara raja dan rakyat, tetapi juga mengingatkan kembali asal-usul kerajaan sebagai kekuatan agraris. Tanah yang diambil bukan sekadar benda fisik, melainkan simbol kehidupan, warisan leluhur, dan identitas yang dijaga.

“Di balik pengambilan tanah, kayu, dan merang ini ada doa dan niat tulus agar rakyat selalu diberikan keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala macam bencana,” ujar salah satu ulama kraton yang turut serta.

Kayu dan merang, dua elemen lain yang dikumpulkan, menjadi pengingat akan pentingnya menjaga alam sebagai sumber daya. Sebab dalam harmoni antara manusia dan alam, di sanalah letak keseimbangan semesta yang diyakini oleh para leluhur Jawa.

Warisan di Tengah Arus Modern

Hajad Dalem Bethak (Adang) menjadi momen yang dinanti tidak hanya oleh kalangan dalam kraton, tetapi juga masyarakat sekitar. Di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi, ritual ini hadir sebagai napas panjang warisan budaya tak benda yang masih dijaga dengan teguh.

“Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tetap berkomitmen menjaga tradisi ini,” kata KP Parno. “Di sinilah letak jati diri kami sebagai penerus kerajaan agraris yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan alam.” pungkasnya.

Sore itu, angin berembus perlahan di kompleks makam. Aroma bunga tabur masih menggantung di udara. Tanah, kayu, dan jerami telah dikumpulkan. Sebuah prosesi selesai. Tapi maknanya, seperti doa yang bergema pelan dari balik rerimbun makam, akan terus mengalir dalam denyut nadi kebudayaan Jawa. (Nem)

Tags: AdangAgeng TarubDALGroboganhajad dalem Bethak (Adang) 1959Kraton Kasunanan SurakartaPB XIIISISKS Pakoe Boewono XIII
Share225SendScan

Trending

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap
News

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap

14 hours ago
Bapanas Bakal Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Temuan Lab Ungkap Mayoritas Sampel Bermasalah
News

Bapanas Bakal Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Temuan Lab Ungkap Mayoritas Sampel Bermasalah

14 hours ago
Ruko Rocket Chicken di Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Puluhan Juta Rupiah
News

Ruko Rocket Chicken di Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Puluhan Juta Rupiah

14 hours ago
Geopark Bojonegoro Jalani Asesmen UNESCO, Bupati Optimistis Raih Status Geopark Dunia
News

Geopark Bojonegoro Jalani Asesmen UNESCO, Bupati Optimistis Raih Status Geopark Dunia

16 hours ago
Kebakaran Melanda Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Unit Damkar Dikerahkan
News

Kebakaran Melanda Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Unit Damkar Dikerahkan

17 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap

August 1, 2026
Bapanas Bakal Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Temuan Lab Ungkap Mayoritas Sampel Bermasalah

Bapanas Bakal Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Temuan Lab Ungkap Mayoritas Sampel Bermasalah

August 1, 2026

TERPOPULER

Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Berlanjut, Kejagung Periksa Dua Saksi dan Jadwalkan Ulang Lima yang Mangkir

Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Seleksi Atlet dan Kesiapan Venue Jadi Fokus

Tabrakan Beruntun di Sugihwaras Bojonegoro, Pemotor Tewas Usai Tertabrak Pikap

Geopark Bojonegoro Jalani Asesmen UNESCO, Bupati Optimistis Raih Status Geopark Dunia

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In