IndonesiaBuzz: Historia – Keberadaan bregada prajurit Keraton Solo terus mengalami metamorfosis yang menakjubkan dari masa ke masa. Awalnya, pasukan tentara militer milik keraton berfungsi sebagai angkatan bersenjata dan benteng pertahanan. Namun, perubahan zaman membawa peran baru bagi prajurit tersebut.
Dibawah kepemimpinan Susuhunan Pakubuwono ke XIII, bregada prajurit keraton telah mengalami transformasi yang signifikan. Perubahan ini bukan hanya terjadi pada periode kepemimpinan Susuhunan Pakubuwono XII hingga XIII, tetapi telah dimulai sejak kepemimpinan Susuhunan Pakubuwono II.
Saat ini, terdapat sembilan jenis bregada yang berada di bawah komando Susuhunan Pakubuwono ke XIII. Diantaranya adalah bregada prajurit Korps Musik, bregada prajurit Tamtama, bregada prajurit Jayeng Astra, bregada prajurit Prawira Anom, bregada prajurit Sarageni, bregada prajurit Darapati, bregada prajurit Jayasura, bregada prajurit Baki, dan bregada prajurit Nyutra atau Panyutra.
Salah satu yang menonjol adalah bregada prajurit Baki, yang merupakan satu-satunya prajurit Keraton yang mengambil nama dari lokasi di Kabupaten Sukoharjo. Baki memiliki nilai historis yang kental, dan prajurit dari bregada ini hanya berasal dari orang-orang Baki, Sukoharjo.
Bregada prajurit Baki memiliki seragam khas dengan atasan merah dan bawahan jarik biru. Mereka biasanya membawa dua senjata, klewang atau pedang, dan tombak. Berbeda dengan bregada lainnya, prajurit Baki hanya hadir dalam upacara adat istiadat di dalam keraton, seperti Grebeg dan Jumenengan.
Meskipun mayoritas anggota bregada prajurit Baki berstatus sebagai wiraswasta, buruh, petani, atau karyawan swasta, mereka memiliki fungsi penting dalam menjaga keutuhan upacara adat istiadat di Keraton Solo.
Namun, keberadaan prajurit Baki tidak hanya terbatas pada fungsi tradisional. Mereka juga terlibat dalam kegiatan pariwisata Kota Solo, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan kekayaan budaya dan sejarah keraton.
Kepemimpinan Susuhunan Pakubuwono ke XIII menegaskan peran strategis bregada prajurit Keraton Solo dalam memelihara tradisi serta mengembangkan potensi pariwisata daerah. Dengan terus menjaga dan menghargai warisan budaya ini, Solo tetap menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.







