IndonesiaBuzz: Madiun, 21 Juni 2023 – Program Desa/Kelurahan Berseri yang telah digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2009 masih terus berlangsung di seluruh daerah Jatim. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi masyarakat secara menyeluruh.
DLH telah ditunjuk sebagai pihak evaluasi yang langsung mengunjungi desa-desa dan kelurahan-kelurahan yang diajukan oleh pemerintah setempat untuk mengikuti program ini, dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan hidup.
Kabupaten Madiun dapat berbangga karena dari empat desa yang diajukan untuk mengikuti Program Desa/Kelurahan Berseri 2023, tiga desa berhasil lolos pada tahap evaluasi administrasi dan dokumen. Ketiga desa tersebut adalah Desa Kare, Desa Morang, dan Desa Pule.
Kunjungan tim verifikasi lapangan dari Provinsi Jawa Timur di Desa Morang mendapat sambutan yang hangat dari perangkat Desa Morang dan warga setempat di balai Desa Morang, Kecamatan Kare, Selasa (20/6/2023) sore.
Desa Morang telah maju ke tingkat Madya dalam Program Desa/Kelurahan Berseri 2023 setelah sebelumnya mencapai tingkat Pratama pada tahun sebelumnya.
Untuk mempersiapkan syarat penilaian tingkat Madya, Desa Morang menunjuk enam Rukun Tetangga (RT) dari tiga Rukun Warga (RW) sebagai lokasi yang akan dievaluasi. Dua RT dari satu RW merupakan titik tinjau tambahan yang baru, sementara sisanya adalah lokasi evaluasi di tingkat Pratama yang telah ada sebelumnya. Namun, perkembangan pada lokasi yang telah dievaluasi sebelumnya menjadi faktor penting dalam tahap ini.
Bambang Hari Wicaksono, S.Sos., perwakilan DLH Kabupaten Madiun, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang positif. Ia juga menekankan perlunya peningkatan pada bank sampah yang sudah ada di Desa Morang. Kader Desa Berseri Desa Morang perlu diperkuat agar dapat mengatasi masalah sampah dan meningkatkan pendapatan desa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik ini. Bank sampah di sini memang sudah ada, namun masih perlu ditingkatkan. Tim Penggerak Berseri yang akan menjadi acuan dalam mengatasi masalah sampah di desa ini perlu diperkuat agar dapat meningkatkan pendapatan desa,” ujar Bambang Hari Wicaksono, S.Sos., selaku perwakilan DLH Kabupaten Madiun.
Indikator penilaian untuk tingkat Madya tidak jauh berbeda dengan tingkat Pratama. Namun, perkembangan dan keberlanjutan program menjadi fokus utama dalam evaluasi lapangan tahap ini.
Kerjasama yang baik antara perangkat desa, implementasi kebijakan, dan peran Kader Desa Berseri Desa Morang menjadi kunci penting dalam mencapai tahap selanjutnya.
Ir. Diah Larasayu, MM., perwakilan dari tim verifikasi Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan bahwa tim berjuang untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang diajukan dengan kenyataan di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga integritas program.
“Saat ini, Panjenengan semua sedang berjuang untuk membuktikan kepada kami (tim verifikasi provinsi) bahwa apa yang tercantum dalam dokumen sesuai dengan kenyataan, agar nilai yang ada tetap terjaga,” ujar Ir. Diah Larasayu, MM. perwakilan dari tim verifikasi Provinsi Jatim.
Program Desa/Kelurahan Berseri memiliki tujuan untuk mengurangi sampah sebesar 30% di seluruh Indonesia dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Melalui program ini, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi di desa-desa dan memberikan kontribusi signifikan dalam pelestarian lingkungan hidup. Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk mengambil langkah serupa dalam menciptakan lingkungan yang baik, bersih, rapi, dan indah. @IB.Mad





