Indonesiabuzz: Celoteh – Sebuah program yang digembar-gemborkan sebagai solusi pemenuhan gizi anak bangsa kini berbalik menjadi ironi yang memilukan. Alih-alih menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas, program ‘makan sehat’ ini justru berhasil membuat ratusan anak menjalani ‘diet paksa’ yang tak pernah mereka inginkan: terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Ini adalah bukti nyata bahwa niat mulia tak selalu berjalan seiring dengan eksekusi yang sempurna. Ribuan rupiah mungkin telah digelontorkan untuk proyek ini, namun di lapangan, yang terjadi adalah kelalaian fatal. Makanan yang seharusnya menyehatkan, ternyata justru menjadi biang keladi di balik rasa mual dan pusing massal.
Kejadian ini seolah menjadi sindiran tajam. Sebuah tamparan keras bagi siapa pun yang terlibat, mulai dari perencana di balik meja, hingga pelaksana di lapangan. Ketika janji-janji manis tentang generasi emas di masa depan diumbar, ratusan anak-anak harus menjadi korban uji coba yang gagal.
Ini bukan sekadar kasus keracunan makanan biasa. Ini adalah cerminan dari rapuhnya sistem kontrol dan pengawasan. Di balik slogan ‘makan sehat’, tersembunyi risiko fatal yang nyaris merenggut nyawa. Semoga insiden ini menjadi peringatan keras, bahwa mengurus perut rakyat tidak bisa dilakukan dengan main-main, apalagi setengah hati. (red-)







