IndonesiaBuzz: Boyolali, 3 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) wilayah Boyolali yang tergabung dalam Cipayung Boyolali menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Kabupaten Boyolali, Kamis (4/9/2025).
Aksi dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dengan berjalan kaki dari Masjid Ageng Boyolali menuju gedung DPRD sambil membawa spanduk bertuliskan “Bubarkan DPR”, “Reformasi Polri”, “September Hitam”, hingga “Aksi Kamisan”. Peserta mengenakan pakaian serba hitam dan bergantian menyampaikan orasi di depan gedung.
Ketua HMI Boyolali, Arina Nur Azizah, menyampaikan kritik terhadap tindakan represif aparat terhadap demonstran, serta menyoroti 10 korban meninggal dunia dalam aksi demonstrasi sejak 25 Agustus 2025, termasuk pengemudi ojek online Affan Kurniawan. Arina menekankan bahwa aspirasi rakyat dijamin oleh undang-undang dan menolak tuduhan bahwa aksi mahasiswa bersifat anarkis.
Koordinator Lapangan Aksi, Ketigo Cahyo Utomo, menambahkan aksi juga menyoroti kenaikan pajak di tengah kesulitan ekonomi rakyat, serta meminta langkah konkret pemerintah agar insiden serupa tidak terulang.
Sekitar satu jam setelah aksi berlangsung, Bupati Boyolali Agus Irawan, Kapolres AKBP Rosyid Hartanto, Dandim Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, Ketua DPRD Susetya Kusuma DH, Wakil Ketua DPRD Nur Arifin, dan Kepala Kejari Ridwan Ismawanta hadir untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa. Dialog berlangsung di jalan aspal depan Polres Boyolali meski diguyur hujan. Kegiatan ditutup dengan tabur bunga sebagai bentuk solidaritas terhadap korban demonstrasi.
Bupati Agus Irawan memberikan apresiasi atas pelaksanaan aksi yang damai dan menjanjikan aspirasi mahasiswa akan diteruskan hingga tingkat provinsi maupun pusat. Ketua DPRD Boyolali, Susetya Kusuma DH, menegaskan pihaknya akan mengawal aspirasi mahasiswa melalui mekanisme resmi, mengingat kebijakan berada di pemerintah pusat.(red-)







