IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 14 September 2025 – Seni bela diri tradisional Maenpo Cikalong asal Cianjur, Jawa Barat, turut memeriahkan Pencak Malioboro Festival (PMF) 2025 yang digelar di Gerbang Barat Kepatihan, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat malam (12/9/2025).
Maenpo Cikalong dikenal sebagai salah satu aliran silat khas Nusantara yang menekankan pada rasa dibandingkan kekerasan fisik. Aliran ini diciptakan oleh Raden Jayaperbata atau Raden Haji Ibrahim pada 1907 di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Cianjur. Awalnya, ilmu bela diri ini hanya diajarkan terbatas di kalangan keluarga bangsawan Cianjur. Namun, seiring perkembangan zaman, Maenpo Cikalong kini bisa dipelajari semua kalangan.
Keunikan Maenpo Cikalong terletak pada filosofi gerakannya yang lebih mengutamakan pengendalian diri. Justru karena itulah, aliran ini berbahaya jika dikuasai orang yang tidak bertanggung jawab. Pada 2019, Maenpo Cikalong diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia, menegaskan posisinya sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia.
Penampilan tim Maenpo Cikalong di PMF 2025 mendapat sambutan meriah dari penonton. Gerakan yang luwes sekaligus berwibawa memikat perhatian wisatawan yang memadati kawasan Malioboro malam itu.
Putri Azizzah, salah satu peserta tim Cikalong, mengaku bangga bisa membawa Maenpo tampil di panggung sebesar PMF.
“Saya senang sekali bisa tampil di sini. Persiapan kami sebenarnya sangat singkat, hanya sehari saja. Awalnya sempat deg-degan, tapi begitu di panggung semua hilang, yang ada justru semangat. Harapan saya ke depan PMF semakin ramai, dan generasi muda mau terus melestarikan budaya seperti ini,” katanya.
PMF 2025 sendiri berlangsung pada 12–14 September dengan menampilkan puluhan atraksi silat, workshop, hingga lomba kreatif. Festival tahunan ini menjadi ajang penting bagi berbagai aliran silat dari seluruh Indonesia untuk unjuk diri sekaligus memperkenalkan nilai budaya kepada masyarakat luas. (Jeje-Red)




