Indonesiabuzz.com : Madiun, 16 Desember 2024 – Kota Madiun, sebuah kota kecil di Jawa Timur yang menjadi sorotan nasional atas perkembangan yang telah dicapainya. Perkembangan Kota Madiun saat ini menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pendekar tersebut, kini tak lagi sekedar menjadi kota transit. Pasalnya, Kota Madiun kini menjadi salah satu rujukan untuk eksplorasi bisnis dan pariwisata.
Bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun dibanding kabupaten dan kota se-Jawa Timur, menempati urutan ke 5.
Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Provinsi Jawa Timur sendi yang bertengger di angka 4,95 persen, bahkan juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,05 persen.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat tersebut tidak lepas dari peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menjamurnya UMKM hingga pertumbuhan ekonomi melesat tinggi menandakan program pembangunan, penataan, pembinaan serta pendampingan UMKM berkesinambungan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berjalan baik.
Pj. Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto mengatakan bahwa di mata investor, Kota Madiun dipandang ‘seksi’ dan kota Madiun memang masuk daftar 10 besar daerah di Jatim dengan pertumbuhan realisasi investasi terbaik di tahun 2023.
Investasi tertinggi ada di sektor usaha perdagangan dan reparasi dengan pencapaian sebesar 51,05 persen.
Sedangkan di bidang usaha perhotelan dan restoran, Pemkot Madiun mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor dengan inovasi Peti Emas (Peta Potensi dan Peluang Investasi).
“Kami memberikan berbagai kemudahan perizinan investasi. Ada juga investor dari India dan Korea yang ingin investasi di Wahana Permainan di Madiun,” kata Eddy Supriyanto.
Selain itu, adanya Madiun Night Carnival (MNC), menjadi dukungan untuk memutar roda perekonomian dan pariwisata di Kota Pendekar.
Hanya dari MNC saja, cukup mampu untuk meningkatkan sektor ekonomi, dari UMKM, usaha ekonomi kreatif seperti kriya, fashion, hingga seni.
Dari hal-hal tersebut, Kota Pendekar mampu menekan angka kemiskinan ekstrim menjadi nol.
“Miskin ekstrem adalah pendapatannya Rp10.500 per hari. Pemerintah memberikan bantuan keuangan dan pelatihan, sehingga mereka bisa punya kemandirian usaha. Mereka tidak boleh dimanjakan. Pemkot memberikan pelatihan supaya membentuk mereka mandiri,” ucap Eddy.
Sedangkan dalam hal penanganan stunting, upaya yang dilakukan seperti memaksimalkan pelayanan Posyandu di masing-masing kelurahan dan penyediaan makanan bergizi sehat untuk ibu hamil dan balita.
Dilansir dari Tempo.co/info, tak heran apabila kota Madiun berhasil sabet penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024, untuk kategori Daya Saing Daerah dengan fiskal rendah.
Penghargaan diserahkan Direktur Tempo Media Group Meiky Sofyansyah yang diterima langsung oleh Eddy Supriyanto. Penghargaan tersebut melengkapi prestasi Eddy, yang selama 7 bulan melaksanakan tugas sebagai Penjabat Wali Kota Madiun, berhasil merengkuh 130 penghargaan.
Para peserta adalah pemerintahan daerah yang telah lolos saringan berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), indikator pembangunan makro Badan Pusat Statistik (BPS), indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi, dan indeks daya saing daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kemudian diadakan survei persepsi publik atas kinerja pemerintahan daerah, serta presentasi dan dialog bersama dewan juri. (Puthut-Red)







