IndonesiaBuzz: Wonogiri, 3 Maret 2026 – Operasi pencarian terhadap nelayan asal Trenggalek yang hilang di perairan laut selatan Wonogiri terus berlanjut hingga hari kelima, Selasa (3/3/26). Hingga kini, keberadaan korban atas nama Jumali (50) belum juga ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Tim gabungan masih melakukan penyisiran intensif baik melalui jalur laut maupun darat.
“Namun hingga hari kelima operasi, korban belum ditemukan. Ini masih dalam proses pencarian,” ujar Fuad saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/26).
Sejauh ini, tim gabungan baru menemukan kapal korban dalam kondisi karam dan terbalik di Pantai Watumandi, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat (27/2/2026). Kapal tersebut diketahui bernama Manis Rizky 59, berwarna putih kombinasi biru dan merah, dengan panjang sekitar 11 meter dan lebar 1,25 meter.
Posko pencarian saat ini dipusatkan di wilayah Watukarung, Pacitan, dan dikelola oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Koordinasi lintas wilayah juga telah dilakukan dengan unsur Polair Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Pos Sadeng Gunungkidul yang berbatasan dengan lokasi kejadian.
Fuad menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, Polsek, Koramil, serta warga Paranggupito untuk memantau sepanjang garis pantai. Nelayan setempat turut dilibatkan dalam penyisiran.
Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sepanjang pesisir.
Kasi Humas Polres Wonogiri, Anom Prabowo, menyampaikan bahwa pencarian difokuskan pada sejumlah titik pantai di wilayah selatan Wonogiri. Area tersebut meliputi Pantai Watumandi, Kalimirah, Karangpayung, Waru, Nampu, Sembukan, Klotok, hingga Ndadapan.
Tim gabungan yang terlibat terdiri atas Polsek Paranggupito, Koramil 25 Paranggupito, BPBD Wonogiri, Basarnas Trenggalek, PMI Pacitan, unsur pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
“Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat. Pencarian dilakukan sesuai prosedur, dengan melibatkan TNI, Basarnas, BPBD, dan unsur terkait lainnya,” ujar Anom.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumali berangkat melaut seorang diri dari terminal kapal di Pantai Watukarung, Kabupaten Pacitan. Ia menuju perairan selatan untuk memancing sekaligus memasang jaring rendet udang lobster bersama sembilan kapal lainnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu nelayan masih melihat lampu kapal korban menyala dengan jarak kurang lebih satu kilometer. Namun pada pukul 22.30 WIB, cahaya tersebut tidak lagi terlihat. Rekan-rekan korban kemudian mendekati titik terakhir kapal terpantau, tetapi korban maupun kapalnya tidak ditemukan.
Pencarian awal sempat dilakukan selama kurang lebih dua jam, namun terkendala tingginya gelombang laut selatan. Para nelayan akhirnya kembali ke Pantai Watukarung dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal.
Keesokan paginya, kapal Manis Rizky 59 ditemukan warga Gudangharjo dalam kondisi terbalik di Pantai Watumandi.
Aparat mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu. Perairan selatan Jawa dikenal memiliki karakter gelombang tinggi dan arus kuat, terutama pada periode tertentu.
Operasi pencarian masih akan dilanjutkan sesuai rencana hingga batas waktu yang ditentukan. Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala berdasarkan hasil di lapangan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







