IndonesiaBuzz: Wonogiri, 13 April 2026 – Kuota haji Kabupaten Wonogiri tahun 2026 ditetapkan sebanyak 298 jemaah. Pemerintah memastikan seluruh calon haji yang diberangkatkan merupakan mereka yang telah menunggu dalam antrean panjang selama bertahun-tahun.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri, Fuazi Rokhman Jauhari, menyampaikan bahwa dari total kuota tersebut terdapat satu calon jemaah yang meninggal dunia. Kekosongan itu selanjutnya akan diisi oleh jemaah cadangan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kuota tahun ini 298 orang, ada satu yang meninggal dunia, nanti bisa digantikan cadangan,” ujarnya, Senin (13/4/26).
Jumlah kuota haji tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 252 orang. Kenaikan tersebut merupakan dampak dari perubahan skema penentuan kuota yang kini tidak lagi berbasis rasio jumlah penduduk Muslim, melainkan mengacu pada panjangnya daftar tunggu keberangkatan.
Fuazi menilai skema baru ini lebih adil karena memberikan prioritas kepada daerah dengan antrean panjang. Dengan demikian, masa tunggu calon jemaah diharapkan dapat dipangkas secara bertahap.
“Sekarang bukan berdasarkan jumlah penduduk Muslim, tetapi lama antrean. Daerah yang antreannya panjang akan mendapat penyesuaian kuota,” jelasnya.
Sebelum perubahan sistem tersebut, masa tunggu haji di Wonogiri sempat mencapai 32 tahun. Saat ini, masa antrean telah berkurang menjadi sekitar 26 tahun, meskipun tetap tergolong panjang.
Fuazi juga menegaskan bahwa peningkatan kuota tahun ini tidak berkaitan dengan isu “war ticket haji” yang sempat beredar di publik. Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi terkait mekanisme tersebut.
“War ticket haji itu belum ada tahun ini. Jemaah yang berangkat tetap yang sudah mengantre lama,” tegasnya.
Data menunjukkan, jumlah antrean haji di Wonogiri saat ini mencapai sekitar 7.000 orang. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di wilayah Soloraya yang mencatat antrean hingga puluhan ribu calon jemaah.
Sementara itu, jadwal keberangkatan haji 2026 masih menunggu kepastian dari embarkasi Solo. Meski demikian, para calon jemaah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga mengikuti rangkaian manasik haji di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Dengan peningkatan kuota serta perubahan skema penentuan, pemerintah berharap pelayanan haji ke depan semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang telah lama menantikan kesempatan beribadah ke Tanah Suci. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







