IndonesiaBuzz: Jakarta, 3 September 2026 – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, meningkatkan kewaspadaan saat kualitas udara memburuk. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lanjut usia (lansia) perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih besar terhadap dampak buruk kualitas udara.
“Yang paling penting, terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara enggak bagus, ya, kalau bisa tidak keluar. Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung, seperti masker,” ujar Ani di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut Ani, paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, masyarakat yang mulai mengalami gejala gangguan pernapasan diminta tidak menunda pemeriksaan medis.
“Iya, memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA. Kalau sudah merasa bergejala, langsung datang saja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat,” katanya.
Ani menjelaskan dampak polusi udara tidak hanya berkaitan dengan ISPA. Berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem pernapasan juga berpotensi muncul atau memburuk akibat paparan udara berkualitas buruk.
Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti asma maupun riwayat penyakit paru-paru. Paparan polusi dapat memperburuk kondisi kesehatan kelompok tersebut sehingga diperlukan langkah pencegahan lebih ketat.
Selain mengurangi paparan polusi, Dinkes DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik.
Dinkes DKI berharap masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. @yudi







