IndonesiaBuzz: Surakarta – Menutup rangkaian kegiatan budaya di bulan Sura, Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar hajad budaya istimewa bertajuk “Hajad Dalem Ringgitan Tutup Wulan Sura Warsa Dal 1959 / 2025 Masehi.”
Berdasarkan Dhawuh Dalem (Perintah) Raja Kraton Surakarta, SISKS. Pakoe Boewono XIII, kegiatan ini akan diselenggarakan pada Jumat malam, 25 Juli 2025 mulai pukul 20.00 WIB, bertempat di Kori Kamandhungan Utara, dan terbuka untuk umum.
Menghidupkan Spiritualitas Bulan Sura
Bulan Sura (Muharram) dalam kalender Jawa dikenal sebagai bulan yang penuh laku spiritual, introspeksi, dan penyucian diri. Kraton Surakarta sebagai penjaga tradisi luhur Nusantara menutup bulan ini melalui ringgitan—pementasan wayang kulit dengan makna ritualistik dan simbolik tinggi.
Tahun ini, lakon yang diangkat adalah “Babad Alas Wanamarta”, sebuah kisah klasik dari epos Mahabharata yang mengisahkan perjuangan para Pandawa dalam membuka hutan Wanamarta, membangun peradaban baru yang kelak menjadi kerajaan Amarta. Lakon ini tidak hanya bercerita tentang pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan upaya membangun kesadaran, etika, dan keadilan di tengah tantangan zaman.

Dibawakan oleh Dalang Berdarah Keraton
Pertunjukan ini menjadi semakin sakral karena dibawakan oleh dua dalang bangsawan yang juga merupakan bagian dari keluarga Kraton Surakarta, yakni:
- Ki Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Adipati Benowo (Rayi Dalem/Adik SISKS. Pakoe Boewono XIII)
- Ki Kanjeng Raden Adipati Tumenggung (KRAT) Gunarto Gunotalijendro
Keduanya dikenal tidak hanya karena kepiawaiannya dalam mendalang, tetapi juga karena konsistensinya dalam menghidupkan kembali pesan-pesan spiritual dan filsafat Jawa yang nyaris terlupakan.
Kraton dan Misi Kebudayaan Abad ke-21
Bagi Kraton Surakarta, hajad dalem ini bukan sekadar pelestarian budaya warisan. Ini adalah pernyataan politik budaya, bahwa dalam era digital dan modern, akar spiritual dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh tercerabut. Bahwa seni wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang dapat membimbing masyarakat dalam menghadapi kompleksitas zaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membuka kraton lebih luas kepada publik melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan kultural yang relevan bagi generasi masa kini.
Terbuka untuk Umum: Seruan kepada Masyarakat
Acara ini terbuka untuk umum dan menjadi undangan terbuka bagi masyarakat Indonesia—khususnya generasi muda—untuk menyaksikan dan meresapi langsung nilai-nilai luhur dari leluhur. Tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari pewaris kebudayaan yang harus dijaga, dirawat, dan dihidupkan kembali dalam konteks modern.
Kraton Surakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat, pecinta budaya, komunitas spiritual, seniman, hingga wisatawan, untuk datang dan merayakan kebangkitan nilai-nilai luhur Jawa di tengah denyut kehidupan modern yang serba cepat.
Informasi & Dokumentasi
Liputan khusus dan dokumentasi lengkap dari hajad ini akan tersedia di www.IndonesiaBuzz.com, media partner resmi Kraton Surakarta dalam misi pemajuan budaya nasional dan pelestarian nilai-nilai adiluhung.




