IndonesiaBuzz: Madiun, 16 Mei 2025 – Upaya pendekatan persuasif dan humanis yang diterapkan Satgas Yonif 501/BY akhirnya membuahkan hasil konkret dalam penanganan konflik di Papua.
Salah satu tokoh militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Soraya, Yeremias Fumair, resmi menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Yeremias, yang dikenal sebagai komandan Batalyon Ayosami Pok dan juga paman dari Manfret Fatem — pelaku penyerangan pos TNI tahun 2024 — menyerahkan diri kepada aparat TNI setelah merasa terdesak oleh operasi militer intensif di kawasan Muara Usem, Distrik Aifat Timur.
Dalam proses pelariannya, Yeremias menempuh perjalanan ekstrem selama tiga hari, menyusuri hutan lebat dan berenang menyeberangi sungai besar untuk mencapai wilayah yang diamankan Satgas TNI.
Di titik tersebut, ia menyerahkan diri secara sukarela dan kini berada dalam perlindungan aparat keamanan.
“Saya dengar anak dan istri saya yang lebih dulu menyerahkan diri beberapa pekan lalu diperlakukan dengan sangat baik oleh prajurit TNI. Itu yang membuat saya yakin untuk kembali,” ungkap Yeremias kepada aparat, Kamis (15/5).
Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu A., S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata hasil kekuatan senjata, tetapi buah dari pendekatan kemanusiaan dan komunikasi intensif yang terus dibangun dengan masyarakat dan tokoh separatis.
“Penekanannya bukan hanya pada kekuatan tempur, tapi juga sentuhan persuasif dan pendekatan hati. Kita selalu membuka pintu bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan damai,” ujar Letkol Yakhya.
Langkah Yeremias dinilai sebagai pukulan besar terhadap struktur organisasi OPM di wilayah Kodap IV/Soraya.
Keputusan tersebut dipandang akan mendorong anggota OPM lainnya untuk mengikuti jejak serupa, memilih jalan damai, dan kembali membangun Papua dalam bingkai NKRI.
Pemerintah menyambut positif penyerahan diri ini sebagai bagian dari solusi damai yang berkelanjutan dan bermartabat untuk Papua.







