Sunday, September 20, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Kisah Sang Dwiwarna: Bendera Indonesia dan Perjalanan Sejarahnya

by wara.e
January 24, 2024
Reading Time: 3 mins read
Kisah Sang Dwiwarna: Bendera Indonesia dan Perjalanan Sejarahnya

Anak perempuan mengibarkan Sang Merah Putih. (Foto: Ind.Buzz)

IndonesiaBuzz: Historia – Bendera Negara Indonesia atau biasa juga disebut Sang Merah Putih, Sang Saka Merah Putih, Merah Putih, atau Sang Dwiwarna (dua warna) adalah bendera negara Indonesia. Bendera Merah Putih berbentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang, dengan bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama. Bendera ini merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme dari rakyat Indonesia.

Dibalik kebesarannya, bendera Merah Putih ternyata memiliki sejarah panjang, dari zaman pra-sejarah, hingga menjadi bendera Indonesia. Merah Putih memuat makna mendalam yang telah dikenal oleh nenek moyang kita sejak 6000 tahun silam.

Menjelang Indonesia mengumandangkan Kemerdekaannya, Ki Hajar Dewantara mengemban tugas untuk membentuk tim panitia dalam penelitian terkait bendera dan lagu kebangsaan Indonesia. Alhasil, Merah putih ditetapkan sebagai bendera Indonesia.

Sang Dwiwarna dijahit pertama kali oleh Ibu Fatmawati, istri dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno pada Oktober 1944 dengan ukuran 276 cm x 200 cm. Bahan dari bendera tersebut dari kain katun Jepang, meskipun ada juga yang menyebutkan bahan bendera tersebut adalah kain wool dari London yang diperoleh dari seorang Jepang.

BeritaTerkait

Nahdlatul Ulama, Dari Surau Desa Menuju Revolusi Peradaban Islam Nusantara

Nani Nurani, Penyanyi Istana yang Jadi Tapol G30S Tanpa Terbukti Salah

Akan tetapi, sebenarnya jejak warna Merah Putih sudah tercium sejak zaman pra-sejarah. Menurut penelitian dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, warna merah melambangkan keberanian, dan putih melambangkan kesucian atau kebenaran. Zaman animisme dan dinamisme 6000 tahun lalu menghormati Sang Matahari (merah) dan Sang Rembulan (putih).

Pada masa kerajaan, warna merah dan putih dikenal sebagai simbol kemuliaan. Baik itu kembang tunjung-teratai Merah-Putih, keraton Merah-Putih, garuda Merah-Putih, aksara Merah-Putih yang ada di beberapa candi.

Semangat Merah Putih pada anak-anak.

Uniknya, warna tersebut dapat kita lihat di makanan di meja makan kita. Contohnya seperti bubur beras abang-putih di Pulau Jawa dan bubur sagu merah-putih di Papua.

Sejarah Nusantara mencatat momen penting pada 1292 M, ketika tentara Jayakatwang di bawah komando Jayakatwang (keturunan raja dari Kediri), berperang melawan kekuasaan Prabu Kertanegara dari Kerajaan Singhasari. Tentaranya membawa panji-panji Merah Putih dan gamelan ke arah Selatan Gunung Kawi, untuk melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Singhasari.

Pemberontakan ini mendapatkan perlawanan dari tentara Singhasari, di bawah pimpinan Raden Wijaya dan Ardaraja. Peristiwa ini tertulis dalam Piagam Butak, yang kemudian disebut sebagai Piagam Merah-Putih.

Dalam cerita di era kejayaan Kerajaan Majapahit, Merah dan Putih diilhami oleh dua putri, Dara Jingga dan Dara Petak. Keduanya melambangkan merah dan putih, jingga artinya merah dan petak artinya putih. Istana Majapahit yang megah dengan tembok berwarna merah dan lantai putih turut memperkuat kedudukan warna Merah-Putih sebagai simbol kemuliaan.

Kemegahan warna ini tak hanya terbatas pada kompleks istana, tetapi juga merayap ke kereta-kereta pada upacara hari kebesaran raja. Keindahan ini menjadikan Merah-Putih di era Kerajaan Majapahit sebagai warna mulia yang diagungkan, menyebar ke Pulau Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi.

Bendera Merah Putih juga menjadi lambang perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda pada 1825-1830. Namun, dalam sejarahnya, Pangeran Diponegoro mengalami kekalahan pada 1830, sehingga membuat bendera ini tak lagi berkibar. Pangeran Diponegoro pun ditangkap dan dibuang ke Makassar.

Kisah berlanjut, Bendera Merah dan Putih pertama kali digunakan kembali oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada tahun 1922. Mereka yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih, dengan kepala banteng di tengah-tengahnya di Belanda.

Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 memainkan peran kunci dalam transformasi Bendera Merah Putih. Awalnya dihiasi lambang garuda terbang, setelah merdeka lambang tersebut menjadi simbol tersendiri, menjadi lambang negara Indonesia. Menyisakan warna merah dan putih yang kini menjadi bendera Indonesia.

Warna Merah Putih menyimpan jejak perjalanan panjang dan penuh makna, dari zaman pra-sejarah hingga kemerdekaan. Merah berani, putih suci; sebuah kombinasi yang melampaui batas waktu dan mengukir identitas bangsa yang membanggakan. @wara-e

Tags: Bendera Merah PutihBendera Negara IndonesiaMerah PutihSang Saka Merah PutihSejarah Panjang Bendera Merah Putih
Share225SendScan

Trending

Anak Hiu Paus 2 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bungkutoko Kendari
News

Anak Hiu Paus 2 Meter Ditemukan Mati di Pantai Bungkutoko Kendari

4 hours ago
Auto Draft
News

28 Kontingen Porsadin Madiun Bersiap Tampil di Jawa Timur

19 hours ago
Bupati Madiun Soroti Kehadiran ASN dan Manfaat Anggaran
News

Bupati Madiun Soroti Kehadiran ASN dan Manfaat Anggaran

19 hours ago
Hari Ketujuh Pencarian KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Kerahkan Tiga Kapal di Laut Jawa
News

Hari Ketujuh Pencarian KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Kerahkan Tiga Kapal di Laut Jawa

20 hours ago
Kecelakaan Dua Motor di Ngadirojo Wonogiri, Satu Pengendara Meninggal Dunia
News

Kecelakaan Dua Motor di Ngadirojo Wonogiri, Satu Pengendara Meninggal Dunia

20 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Anak Hiu Paus 2 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bungkutoko Kendari

Anak Hiu Paus 2 Meter Ditemukan Mati di Pantai Bungkutoko Kendari

September 20, 2026
Auto Draft

28 Kontingen Porsadin Madiun Bersiap Tampil di Jawa Timur

September 19, 2026

TERPOPULER

Perempuan 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Aliran Bengawan Solo Ngawi

Mahasiswa PK UNY Edukasi 300 Siswa SD Condongcatur Tentang PHBS

Petinju Pelajar Sasana Soerjo Ngawi Borong 7 Emas di Piala Wali Kota Surakarta 2026

Tujuh Atlet SH Terate Ngawi Sumbang 4 Emas dan 1 Perak di Kejurnas Piala Panglima TNI

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In