IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – Kericuhan antar kelompok suporter sepak bola terjadi usai pertandingan Liga Super Indonesia antara PSIM Yogyakarta melawan Persib Bandung yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (24/8/25) malam.
Meski laga berlangsung tertib di dalam stadion, insiden kericuhan justru pecah di sejumlah titik di Kota Yogyakarta. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain kawasan Taman Parkir Ngabean, Malioboro, dan Stasiun Lempuyangan.
Kepala Seksi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, mengatakan aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah suporter dari luar daerah yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka sempat diamankan di Mapolresta Yogyakarta dan Mako Brimob Baciro.
“Sebanyak 177 orang telah kami pulangkan ke daerah asal masing-masing pada Senin pagi. Sebagian diberangkatkan menggunakan dua bus carteran dan satu bus milik suporter asal Bandung,” kata Gandung.
Selain melalui jalur darat, Gandung menambahkan bahwa belasan suporter lain dipulangkan menggunakan kereta api dari Yogyakarta. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab utama kericuhan dan belum merilis data resmi terkait jumlah korban luka.
Di sisi lain, kericuhan juga dilaporkan terjadi di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada Minggu malam sekitar pukul 22.21 WIB.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan seorang calon penumpang KA Kahuripan dikejar oleh sekelompok orang saat memasuki area stasiun, hingga menabrak kaca pintu masuk sistem face recognition yang kemudian pecah.
“Tim pengamanan stasiun segera melakukan penanganan, sementara penumpang tersebut langsung dibawa ke pos kesehatan dan akhirnya memutuskan tetap melanjutkan perjalanan menggunakan KA Kahuripan,” jelas Feni.
Ia menegaskan bahwa seluruh operasional dan layanan kereta api di Stasiun Lempuyangan tetap berjalan normal dan aman. KAI Daop 6 telah meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami menyayangkan insiden ini. KAI mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, khususnya di ruang publik seperti stasiun,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan melakukan evaluasi atas kejadian yang mencoreng jalannya pertandingan sepak bola tersebut.(Dimas P/Koresponden Jogjakarta)







