IndonesiaBuzz: Surakarta, 28 Februari 2025 – Mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Solo pada Kamis (27/2/2025). Tidak hanya berunjuk rasa, para mahasiswa juga menyegel serta membuang sampah di pintu masuk gedung wakil rakyat tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap respons DPRD Solo terhadap tuntutan sebelumnya.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang dilakukan sepekan sebelumnya untuk memprotes kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Mahasiswa menilai DPRD Solo tidak serius dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.
Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini digelar oleh Aliansi Penggerak Indonesia, yang terdiri dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Soloraya dan elemen masyarakat umum. Dalam aksi tersebut, mahasiswa memasang spanduk besar bertuliskan “Bangunan Ini Disegel karena Mengkhianati Rakyat” di Gerbang Utama Kompleks DPRD Solo. Spanduk tersebut diikat dengan tali dan dibentangkan sebagai simbol kekecewaan mereka.
Selain itu, pengunjuk rasa juga membuang tumpukan sampah di pintu masuk utama gedung DPRD Solo. Tindakan ini dimaksudkan sebagai bentuk simbolik dari ketidakpuasan mereka terhadap kinerja para legislator yang dianggap tidak mewakili kepentingan rakyat.
Meskipun aparat keamanan dari TNI dan Polri telah disiagakan sejak siang hari, aksi penyegelan dan pembuangan sampah oleh mahasiswa tetap berlangsung tanpa hambatan. Aparat gabungan memilih untuk bersikap kooperatif dan menjaga komunikasi yang baik selama aksi berlangsung.
Koordinator aksi, Saifullah, menegaskan bahwa demonstrasi ini dilakukan untuk menagih janji yang telah disampaikan dalam unjuk rasa sebelumnya. Ia menyatakan bahwa dalam tiga hari setelah aksi pertama, DPRD Solo tidak memberikan kabar terbaru atau menunjukkan iktikad untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.
“Kami menagih kembali atas yang kami suarakan, dan kita lihat bersama bahwa DPRD tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Kami menunggu tiga hari, tetapi tidak ada perkembangan atau niat baik untuk memberi tahu kami. Sehingga hari ini kami sepakat bahwa DPRD sudah tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka,” ujar Saifullah.
Senada dengan itu, salah satu pengunjuk rasa, Fahrian, menegaskan bahwa penyegelan gedung DPRD Solo akan tetap berlaku hingga para anggota dewan menyadari kesalahan mereka dan mulai memperbaiki kinerja mereka.
“Gedung ini akan tetap disegel sampai teman-teman DPRD sadar akan kesalahannya. Kami berharap ini menjadi langkah awal. Kami akan terus menyegel gedung ini sampai mereka bertaubat dan melakukan perbaikan di dalam internal mereka,” tegas Fahrian.







