IndonesiaBuzz : Madiun, 25 Februari 2026 – Kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang JPL 105 Km 128+630 jalur Saradan–Bagor, Rabu (25/2/2026) dini hari, mengganggu operasional perjalanan kereta api dan menyebabkan total keterlambatan hingga 428 menit.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.07 WIB saat petugas tengah menutup perlintasan untuk mengamankan perjalanan KA 246B Majapahit.
Sebuah dump truk yang berhenti di depan perlintasan tertabrak truk tronton dari arah belakang hingga kedua kendaraan menutup jalur rel.
Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta api sempat dihentikan di Km 129+8 guna mencegah risiko kecelakaan lanjutan.
Petugas langsung melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi kendaraan yang menghalangi lintasan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
“KAI sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang berdampak pada terganggunya perjalanan kereta api. Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan,” ujarnya.
Penanganan di lapangan memungkinkan jalur hilir kembali dapat dilalui pada pukul 04.10 WIB.
Sementara itu, proses evakuasi dump truk di jalur hulu selesai pada pukul 05.42 WIB dan perjalanan kereta api kembali normal.
Dampak gangguan operasional ini dirasakan oleh lima kereta api, yakni KA Majapahit, KA Malabar, KA Gajayana, KA Jayakarta, dan KA Mutiara Selatan.
Selain menghambat perjalanan kereta, kecelakaan juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas perlintasan berupa palang pintu.
Perbaikan masih dilakukan agar sistem keselamatan dapat kembali berfungsi optimal.
Tohari mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan, terutama selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melintasi perlintasan sebidang JPL 105 selama proses perbaikan berlangsung. Pastikan kondisi aman dan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang,” jelasnya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta akibat kejadian tersebut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan beberapa perjalanan kereta api. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meminimalkan dampak gangguan operasional,” tambah Tohari.
Lebih lanjut, KAI menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu dan selalu mendahulukan kereta api yang melintas.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi, palang pintu ditutup, maupun saat kereta api akan melintas. Jangan memaksakan diri menerobos perlintasan karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” tegasnya.
KAI Daop 7 Madiun memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang serta meminimalkan potensi gangguan operasional di masa mendatang. (@Arn/Hms)







