IndonesiaBuzz: Grobogan, 10 Juli 2025 – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengumumkan langkah strategis untuk melibatkan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dalam pembiayaan, distribusi, dan penyimpanan hasil panen jagung. Upaya ini menjadi bagian penting dari hilirisasi pertanian jagung demi memperkuat posisi tawar petani di lapangan.
“Kami berharap ini dapat terus dikembangkan pada seluruh wilayah pengusaha jagung di Indonesia, sehingga dapat memberikan kemudahan akses permodalan dan penyerapan hasil panen, memperkuat posisi tawar petani, serta memberikan jaminan harga penyerapan sesuai dengan standar pemerintah,” kata Kapolri saat memimpin penanaman jagung kuartal III secara simbolis di Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025).
Penanaman jagung kali ini dilaksanakan serentak di 36 wilayah Indonesia dengan total luas lahan mencapai 795.339,53 hektare. Di Jawa Tengah sendiri, penanaman dilakukan di lahan seluas 38.750,14 hektare yang terdiri dari 36.287 hektare lahan produktif dan 2.463,14 hektare lahan perhutanan sosial. Sebanyak 220 petani binaan polres dan polsek terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan hingga masa panen.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni. Di wilayah lain, penanaman dilakukan serentak dan terhubung secara daring.
Kapolri menegaskan, Polri terus mendukung penuh program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Kami tegaskan bahwa Polri berkomitmen tidak pernah surut dalam mendukung dan mengawal seluruh agenda pemerintah, termasuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegasnya.
Pada kuartal III tahun 2025 ini, penanaman dilakukan di lahan seluas 168.432,23 hektare. Terdiri dari 117.510,29 hektare lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami, serta 48.082,40 hektare lahan produktif dan 2.839,54 hektare lahan perhutanan sosial yang mulai ditanami hari ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Inhutani dan Perhutani, juga menjadi kunci dalam mendukung program swasembada pangan.
“Saat ini terdapat potensi lahan seluas 795.339,53 hektare, di mana 301.672,049 hektare di antaranya merupakan lahan perhutanan sosial. Dari total potensi tersebut, 431.233,36 hektare telah ditanami,” jelas Jenderal Sigit.
Sebagai wujud nyata dukungan, Polri juga menyerahkan bantuan operasional berupa 500 unit alat penguji kesuburan tanah kepada penyuluh pertanian, serta 89 unit pemipil jagung, 100 unit alat penguji kadar air, dan 93 unit mesin pengering untuk kelompok tani dan koperasi.







