IndonesiaBuzz: Ngawi, 10 Maret 2026 – Akses transportasi masyarakat di Desa Mendiro dan Desa Cempoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kini menjadi lebih mudah setelah dibangunnya Jembatan Gantung Garuda oleh Kodim 0805 Ngawi.
Jembatan yang membentang di atas sungai yang menjadi batas antara kedua desa tersebut telah diresmikan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Komandan Kodim 0805 Ngawi Setu Wibowo pada Selasa (10/3/26).
Komandan Kodim 0805 Ngawi menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia guna mengurangi keterisolasian wilayah di berbagai daerah.
Menurut Letkol Arh. Setu Wibowo, program pembangunan jembatan perintis ini berawal dari perhatian pemerintah terhadap kondisi akses pendidikan di daerah terpencil. Salah satunya dipicu oleh viralnya video anak sekolah di wilayah Nias yang harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah.
“Program ini merupakan instruksi Presiden kepada TNI untuk membangun jembatan-jembatan di daerah yang membutuhkan, termasuk yang terdampak bencana maupun yang aksesnya masih terbatas,” ujarnya kepada wartawan.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kodim Ngawi melakukan identifikasi sejumlah wilayah yang membutuhkan akses penghubung. Hasilnya, terdapat dua lokasi di Kabupaten Ngawi yang dinilai prioritas untuk pembangunan jembatan gantung.
Jembatan pertama yang telah selesai dibangun adalah jembatan penghubung antara Desa Mendiro dan Desa Cempoko dengan panjang sekitar 25 meter. Sementara satu jembatan lainnya direncanakan akan dibangun di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati.
“Di Ngawi ada dua lokasi yang kami identifikasi. Yang sudah selesai antara Mendiro dan Cempoko sekitar 25 meter. Berikutnya jembatan di Desa Puhti Karangjati yang juga akan menggunakan konstruksi gantung,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan dengan sistem gotong royong bersama masyarakat setempat, menyerupai pola pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Untuk pekerjaan teknis tertentu, proyek tersebut juga melibatkan tenaga ahli konstruksi.
“Anggarannya berasal dari Angkatan Darat. Untuk pekerjaan seperti pondasi dan penggalian dilakukan secara gotong royong bersama warga, sedangkan konstruksi utama dikerjakan oleh tenaga ahli,” katanya.
Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan mobilitas masyarakat antara kedua desa menjadi lebih lancar, waktu tempuh perjalanan dapat dipersingkat, serta memudahkan aktivitas warga, khususnya anak-anak yang menuju sekolah.
Selain itu, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







