IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 27 Januari 2026 – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar rangkaian kegiatan Hajad Dalem Sadranan Leluhur Dalem SISKS Pakoe Boewono XIV di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede dan Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1/26).
Kegiatan sakral ini diikuti sejumlah kerabat kraton. Di antaranya Gusti Kanjeng Ratu Alit, Gray Rahmaniyah, Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kirono, serta para sentono dalem dan abdi dalem Kraton Surakarta Hadiningrat.

Sadranan merupakan tradisi tahunan Kraton Surakarta. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan ruwat, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, prosesi ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur Mataram. Sekaligus, kegiatan ini menjadi sarana memanjatkan doa bagi keberlangsungan kraton.
Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kirono menyampaikan bahwa Sadranan tidak hanya menjadi ruang doa. Namun, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan nilai budaya.
“Selain mendoakan para leluhur Mataram, kami berharap Kraton Surakarta selalu diberi keberkahan dan kelancaran. Kami juga berpesan kepada generasi muda agar terus aktif melestarikan budaya, khususnya budaya Jawa,” ujar Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kirono.
Sementara itu, Kanjeng Pangeran (KP) Parno Adiningrat menambahkan bahwa Sadranan merupakan agenda rutin kraton yang sarat makna spiritual.
“Acara ini merupakan kegiatan rutin Kraton Surakarta Hadiningrat. Tujuannya untuk mendoakan para leluhur Mataram. Selain itu, kami memohon agar kraton senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan,” ujar KP Parno Adiningrat.
Adapun rangkaian acara diawali dengan para abdi dalem menyiapkan uborampe. Uborampe tersebut berupa bunga, dupa, dan perlengkapan lainnya. Setelah itu, rombongan menuju Makam Raja-Raja Mataram Kotagede.
Di lokasi tersebut, rombongan melaksanakan wilujengan yang dipimpin ulama Kraton Surakarta. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan nyekar atau nyadran di makam para leluhur.
Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul. Rangkaian kegiatannya serupa. Mulai dari persiapan uborampe, wilujengan, hingga nyekar di makam Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Melalui Sadranan, Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat meneguhkan komitmennya dalam menjaga tradisi leluhur. Pada saat yang sama, kraton juga menanamkan nilai spiritual dan budaya kepada generasi penerus. @dimas







