IndonesiaBuzz: Jakarta, 6 Oktober 2025 – Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri dari Wakil Presiden Ke-4 Republik Indonesia Umar Wirahadikusumah, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/10/25). Almarhumah berpulang pada usia 95 tahun setelah menjalani perawatan medis beberapa waktu terakhir.
Kabar duka tersebut disampaikan antara lain oleh Pengurus Pusat Dharma Pertiwi, organisasi istri prajurit TNI, melalui akun resmi Instagram mereka. “Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” demikian unggahan Dharma Pertiwi.
Jenazah Karlinah disemayamkan di rumah duka Jalan Teuku Umar Nomor 61, Jakarta, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Senin siang. Sejumlah pejabat, tokoh nasional, dan keluarga besar TNI dijadwalkan hadir dalam prosesi pemakaman militer tersebut.
Karlinah lahir di Bandung pada 30 Juli 1930, pada masa penjajahan Hindia Belanda, dengan nama Karlinah Djaja Atmadja. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, baik semasa mendampingi suaminya sebagai Wakil Presiden (1983–1988) maupun setelah masa jabatannya berakhir.
Sebagai istri seorang perwira tinggi dan tokoh nasional, Karlinah kerap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan pembinaan kesejahteraan keluarga prajurit. Dedikasinya dalam bidang sosial membuatnya menerima sejumlah tanda kehormatan, di antaranya Bintang Mahaputera Adipradana dan Satyalancana Kebhaktian Sosial. Ia juga menerima penghargaan kehormatan dari pemerintah Jerman dan Yordania atas kiprahnya dalam diplomasi sosial dan kegiatan kemanusiaan.
Umar Wirahadikusumah sendiri dikenal sebagai Wakil Presiden yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan disiplin, serta sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Panglima ABRI. Sosok Karlinah, dalam berbagai kesaksian, disebut selalu menjadi penopang moral dan spiritual bagi suaminya dalam setiap pengabdian kepada negara.
Kepergian Karlinah menandai berakhirnya kiprah generasi istri tokoh nasional era Orde Baru yang dikenal berperan besar dalam mengembangkan peran sosial perempuan di lingkungan militer dan pemerintahan (red). (IndonesiaBuzz)







