IndonesiaBuzz: Sabtu, 20 April 2024 – Harga emas terus mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa konflik antara kedua negara tersebut telah mendorong lonjakan harga emas dan minyak.
Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa ketidakpastian terkait konflik tersebut telah memengaruhi pasar komoditas, terutama emas dan minyak, dengan dampak yang meluas ke negara-negara tetangga seperti Yordania dan Arab Saudi, yang merupakan produsen minyak terkemuka dunia.
Menurut Ibrahim, sekitar 70% kenaikan harga emas dipengaruhi oleh faktor geopolitik, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti kebijakan moneter. Hal ini membuat harga emas terus naik, terutama saat Bank Sentral AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga.
Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa harga emas kemungkinan akan terus meningkat hingga akhir April hingga Mei mendatang, dengan prediksi mencapai angka US$ 2.500 per troy ounce atau sekitar Rp 40,2 juta per gram.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, juga menegaskan bahwa faktor geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Selain konflik di Timur Tengah, pembelian besar-besaran emas oleh beberapa Bank Sentral seperti China, India, Kazakhstan, dan Turki juga turut memengaruhi kenaikan harga emas.
Ariston menyatakan bahwa jika ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat, harga emas berpotensi mencapai rekor baru hingga US$ 2.500 per troy ounce, dengan dampak yang mungkin menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pantauan detikcom mencatat bahwa harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, dengan harga Rp 1.347.000 per gram. Hal ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam pasar emas, dengan harapan prediksi harga emas yang semakin menguat dalam beberapa waktu mendatang. @cinde







