
Oleh: Eko Sigit Pujianto
IndonesiaBuzz: Opini – Kisruh tuduhan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo sempat menggegerkan publik. Namun, polemik itu sejatinya runtuh ketika Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai lembaga resmi yang menerbitkan ijazah, melalui pernyataan langsung rektornya, menegaskan bahwa dokumen akademik Jokowi adalah asli dan sah. Jokowi adalah alumni UGM.
Yang janggal, tudingan itu mulanya hanya bertumpu pada salinan ijazah yang beredar di media sosial. Penuduh bahkan mengakui belum pernah melihat dokumen asli. Meski begitu, narasi kecurigaan telanjur bergulir. Akhirnya, aparat penegak hukum menaikkan status para penuduh menjadi tersangka karena dinilai menyebarkan kabar bohong.
Belum reda soal Jokowi, kini giliran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digempur isu serupa. Kali ini tuduhan datang dari figur baru setelah ruang gerak penuduh dan penggugat sebelumnya kian sempit. Polanya mirip menyerang lewat keraguan publik, memanfaatkan keruhnya informasi digital, lalu melempar wacana seakan-akan ada “skandal ijazah palsu” yang perlu ditelusuri.
Dari kacamata saya, isu ini bukan lagi tentang asli atau palsu. Targetnya bukan dokumen, melainkan karakter. Tujuan akhirnya adalah menggiring opini publik agar menilai Jokowi dan Gibran sebagai figur yang tidak layak dipercaya. Publik diarahkan untuk melihat mereka bukan sebagai pemimpin yang sahih, melainkan sosok yang bermasalah sejak fondasi pendidikan.
Fenomena ini masuk akal bila dibaca sebagai bagian dari “proyek politik besar”. Ada indikasi sponsor kuat di baliknya, baik dari kalangan politik domestik maupun mungkin aktor asing yang berkepentingan. Jika ditarik ke horizon Pilpres 2029, jelas isu ini hendak menyiapkan jalan siapa pun yang takut menghadapi Gibran sebagai rival, akan berusaha merusak citranya sejak dini.
Maka, pertanyaan kritisnya: siapa yang paling takut dengan potensi Gibran di 2029? Jawaban itu tentu hanya bisa dijawab dengan melihat peta koalisi, figur yang sedang dipoles sebagai capres, serta arah dukungan kekuatan politik besar saat ini.
Kalau menurut Anda, siapa yang paling berkepentingan menjatuhkan nama Jokowi dan Gibran lewat isu ijazah? @sigit





