IndonesiaBuzz: Buzz – Beredar video viral di media sosial, tampak pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah membagi-bagikan uang kepada ratusan orang di rumah pengusaha PT. Bawang Mas, Khairul Umam atau Haji Her sapaan akrabnya, Kamis (28/12/2023).
Kediaman pengusaha tembakau tersebut berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Video berdurasi pendek itu kemudian viral di jagat maya. Pasalnya, saat Gus Miftah dalam kegiatan itu terdengar ajakan kepada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo-Gibran. Bahkan di belakang Gus Miftah, ada warga yang mengibarkan kaos warna hitam bergambar Prabowo-Gibran.
Tak hanya itu, setelah pembagian uang, Gus Miftah bersama puluhan warga menunjukkan simbol 2 jari sambil berseru dukungan untuk Prabowo-Gibran.
Lantas, kejadian tersebut disangkut-pautkan bahwa Gus Miftah merupakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Dan dia diduga melakukan money politic.
Menanggapi viralnya video insiden tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sedang melakukan penyidikan atas dugaan itu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Sukma Firdaus, menyatakan bahwa kasus Gus Miftah saat ini tengah dalam tahap penyelidikan. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Larangan terkait peristiwa ini.
“Sedang dalam penyelidikan. Kami masih terus berkoordinasi dengan Panwascam,” kata Sukma Firdaus, Sabtu (30/12/2023).
Menurut Sukma, aksi pembagian uang oleh Gus Miftah diduga melibatkan pelanggaran pidana Pemilu.
“Masih dugaan. Makanya penyelidikan ini akan terus berlanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Gus Miftah saat dimintai keterangan terkait video viralnya di media sosial, ia menyebutkan bahwa dirinya embagikan uang saat diundang oleh Haji Her di Pamekasan, Jawa Timur yang kesehariannya memiliki kebiasaan sedekah kepada sesama.
“Kebetulan saya diundang pas bagi-bagi duit. Diminta Haji Her untuk bagi-bagi duit masa saya tolak? Minimal sata dapat pahalanya,” katanya, dalam keterangan videonya, Sabtu (30/12/2023).
Ia pun menegaskan bahwa dirinya bukan Tim TKN pasangan calon presiden nomor 2.
“Saya bukan TKN. Mau money politic kok terang-terangan? Kalau money politic ya sembunyi-sembunyi,” katanya. @wara-e







