IndonesiaBuzz: Budaya – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan sebanyak sepuluh buku sastra klasik Indonesia sedang dalam proses penerjemahan ke dalam Bahasa Inggris. Program ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari karya sastra klasik hingga sastra modern.
“Saat ini proses penerjemahan karya sastra klasik sedang berjalan. Kemudian penerjemahan akan dilakukan kepada buku sastra karya modern,” kata Fadli kepada wartawan saat menghadiri pameran buku Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (24/9/25).
Ia menjelaskan, selain karya klasik, Kementerian Kebudayaan juga telah mengajukan 15 buku sastra modern untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Buku-buku sastra klasik yang tengah diterjemahkan merupakan karya-karya angkatan Balai Pustaka. Sementara karya sastra modern yang akan menyusul meliputi puisi, novel, dan cerpen bertema sosial serta politik.
“Ini merupakan bagian terpenting. Semua buku yang belum diterjemahkan akan kami upayakan agar semuanya bisa diterjemahkan,” ujarnya.
Fadli menambahkan, proses penerjemahan dilakukan secara selektif dengan melibatkan agen yang mengikuti program Laboratorium Penerjemah Sastra. Langkah ini ditempuh untuk menjaga akurasi, gaya bahasa, dan keindahan estetik karya sastra klasik dalam terjemahan Bahasa Inggris.
Sementara itu, penerjemah karya sastra Inggris Endah Raharjo menilai menerjemahkan karya sastra Indonesia, khususnya sastra klasik, ke Bahasa Inggris bukan pekerjaan mudah. Menurutnya, penerjemah harus mampu menyampaikan nuansa serta pesan yang diinginkan penulis asli secara akurat.
“Penerjemah tidak bisa sekadar menerjemahkan, ada muatan-muatan tertentu, khususnya budaya, yang harus dialihbahasakan juga,” ujarnya. (red)







